PATROLINEWS86.COM- Manggarai Timur. – Penelitian yang dilakukan oleh: Yohanes Paulus Pati Rangga, S.KM., M.P.H. di Desa Sisir menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian filariasis.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dan melibatkan 350 orang responden.
Filariasis adalah penyakit tropik terabaikan yang bersifat menular menahun dan diakibatkan oleh mikrofilaria yang berkembangbiak pada saluran dan kelenjar getah bening yang ditularkan oleh nyamuk. Ada tiga spesies mikrofilaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia timori dan Brugia malayi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak menggunakan kelambu (81,52%) dan tidak mengalami filariasis (88,04%).
Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square menunjukkan bahwa p value 0,067 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian filariasis.
Peneliti menjelaskan bahwa penggunaan kelambu berinsektisida tidak signifikan karena responden melakukan aktivitas malam hari tanpa menggunakan pelindung diri dan tidak memakai lotion pencegah nyamuk, sehingga tubuhnya terpapar gigitan nyamuk sebelum tidur.
Selain itu, responden lebih suka tidur dengan kondisi kelambu terbuka.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberadaan tumbuhan air tidak bermakna secara statistik karena adanya ikan predator di air yang memakan larva nyamuk tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan kelambu di Desa Sisir, mengidentifikasi kejadian filariasis di Desa Sisir, dan menganalisis hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian filariasis di Desa Sisir.
EMIL.
























