Cerita di Balik Candi Plaosan: Cinta yang Indah dari Dua Hal yang Berbeda.

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN – Patrolinews86.com.

Perwakilan dari umat Hindu di FKUB Kabupaten Klaten Ir. Wisnu Hendrata, MMR mengatakan bahwa di antara rimbunnya pepohonan Prambanan, Candi Plaosan berdiri tenang.

“Dua kompleks candi yang saling berdampingan ini bukan sekadar peninggalan sejarah abad ke-9, tetapi juga kisah nyata tentang cinta, toleransi, dan hidup berdampingan antara dua keyakinan yang berbeda.” kata Wisnu Hendrata usai menyerahkan buku “Candi Plaosan” kepada ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet di hotel Sahud Rata, Jum’at malam ( 22/05/2026 ).

 

Wakil dari umat Hindu di FKUB Kabuparen Klaten menjelaskan bahwa Candi Plaosan dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno, ketika umat Buddha dan Hindu hidup berdampingan dalam satu wilayah. Arsitektur dan reliefnya menunjukkan perpaduan budaya yang harmonis.

 

“Di sinilah letak keunikan Plaosan: sebuah bukti bahwa perbedaan tidak harus memisahkan, melainkan bisa melahirkan keindahan.” katanya.

 

Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menyebut Plaosan sebagai simbol kerukunan yang abadi.

 

“Nilai sejarah inilah yang dinilai dapat menginspirasi masyarakat untuk merawat kerukunan dalam perbedaan keyakinan. Plaosan mengajarkan kita bahwa cinta dan damai bisa tumbuh dari dua hal yang berbeda,” ujarnya.

 

Semangat itulah yang kemudian dihidupkan kembali melalui Festival Candi Kembar di Desa Bugisan. Festival ini menjadi ruang bagi warga, seniman, dan tokoh lintas agama untuk merayakan warisan toleransi tersebut melalui pertunjukan budaya, dialog, dan tradisi.

 

Bagi banyak pengunjung, Plaosan bukan hanya destinasi wisata sejarah. Ia adalah pengingat bahwa kerukunan bukanlah utopia, melainkan sesuatu yang pernah hidup dan bisa dihidupkan kembali.

 

Di tengah dunia yang sering dihadapkan pada perpecahan, cerita di balik Candi Plaosan menawarkan pesan sederhana namun kuat: dari perbedaan, bisa lahir kedamaian yang indah.( Budiharjo )

Berita Terkait

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Berita Terbaru