Siraman qalbu oleh Harun Sutejo
Kehidupan manusia di dunia sejatinya hanyalah sementara. Segala bentuk kelebihan yang dimiliki, baik harta, jabatan, kekuasaan, maupun popularitas, merupakan titipan dari Allah SWT yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Namun dalam perjalanan hidup, tidak sedikit manusia yang terlena hingga tumbuh menjadi pribadi yang sombong dan angkuh, merasa dirinya paling hebat dibandingkan orang lain.
Dalam pesan Siraman Qolbu kali ini, masyarakat diajak untuk merenungi pentingnya menjaga kerendahan hati dan menjauhi sifat sombong. Kesombongan bukanlah tanda kemuliaan, melainkan cerminan hati yang lupa akan asal-usul dirinya. Pada hakikatnya, manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.
Di hadapan Allah SWT, derajat manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, kedudukan, ataupun kekuasaan, melainkan oleh akhlak, ketakwaan, serta bagaimana dirinya mampu menghormati dan memuliakan sesama manusia. Karena itu, tidak ada alasan untuk merendahkan, menghina, ataupun memandang rendah orang lain.
Kehidupan di dunia diibaratkan seperti roda yang terus berputar. Hari ini seseorang mungkin berada dalam kemudahan dan kemuliaan, namun tidak ada yang mengetahui bagaimana keadaan di masa mendatang. Bisa jadi orang yang hari ini dianggap lemah justru menjadi penolong di saat kita berada dalam kesulitan.
Siraman Qolbu ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat rasa kepedulian sosial, saling menolong, saling menguatkan, dan saling peduli tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang kehidupan. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk selalu menjaga ucapan, bersikap rendah hati, serta tidak mudah merasa paling benar dan paling hebat. Karena pada akhirnya, yang akan dikenang dari seseorang bukanlah seberapa tinggi jabatan ataupun banyaknya harta yang dimiliki, melainkan seberapa besar kebaikan yang pernah diberikan kepada sesama.
Melalui Siraman Qolbu ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat agar senantiasa memperbaiki diri, menjaga hati dari sifat angkuh dan sombong, serta terus menebarkan kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita semua, melembutkan hati, serta menjauhkan diri dari sifat sombong dan angkuh. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
( HRN)
























