KAJEN | — Patrolinews86.com.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Pekalongan di Kajen, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi publik yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab.
Acara yang dihadiri para calon pengurus KIM dan perwakilan dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan itu berlangsung penuh antusias. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah menegaskan pentingnya peran KIM sebagai ujung tombak penyebarluasan informasi pembangunan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dalam memilah dan menyampaikan informasi. Menurutnya, derasnya arus digitalisasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun informasi yang menyesatkan.
Ia menekankan bahwa keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat bukan sekadar organisasi komunikasi biasa, melainkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjembatani kebutuhan informasi publik hingga ke tingkat bawah. KIM diharapkan mampu menghadirkan informasi yang konstruktif sekaligus menjadi ruang edukasi sosial di lingkungan masing-masing.
“Peran KIM saat ini sangat penting. Mereka bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga menjadi agen literasi digital di tengah masyarakat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat yang aktif dan peduli terhadap informasi publik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Pekalongan, Ari Wahyu Mukti Wibowo, menjelaskan bahwa forum koordinasi tersebut juga menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan KIM di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, di tengah perkembangan media sosial yang sangat cepat, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang terpercaya dan memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan pesan kepada publik. Oleh sebab itu, Diskominfo terus mendorong agar KIM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi modern tanpa meninggalkan etika dan akurasi informasi.
“Kami ingin KIM menjadi komunitas informasi yang aktif, kreatif, dan produktif. Tidak hanya menyebarkan informasi pemerintahan, tetapi juga mampu mengangkat potensi daerah, budaya lokal, UMKM, hingga berbagai kegiatan positif masyarakat,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas berbagai tantangan komunikasi publik di era digital, mulai dari penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital masyarakat, hingga pentingnya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait penguatan jaringan informasi di tingkat desa dan kecamatan.
Rapat koordinasi dan konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antar-KIM se-Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah berharap keberadaan KIM dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya dalam menciptakan ruang informasi yang edukatif, transparan, dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan informasi, Diskominfo Kabupaten Pekalongan optimistis KIM dapat berkembang menjadi motor penggerak literasi digital masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus menjaga stabilitas informasi publik di tengah derasnya arus komunikasi modern. ( dewi )

























