Indramayu – Patrolinews86.com
Pengadaan barang dan jasa berbasis e-purchasing dan swakelola di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu menuai sorotan publik.
Pasalnya, di gedung dewan ini sedikitnya 7 paket yang berbeda sudah dimenangkan oleh satu pemenang yakni CV. AJS dengan total nilai anggaran Rp.2,17 Miliar dalam waktu hampir secara bersamaan.
Menangnya CV. AJS ini menuai protes publik. 7 paket yang diborong satu perusahaan sebagai pemenang ini diduga ada kongkalikong, kolusi dan pengondisian secara sistematis akibat minimnya pengawasan dan sekaligus membuka peluang monopoli serta persaingan usaha tidak sehat.
Informasi yang dihimpun awak media dari berbagai sumber terungkap, dalam realisasi anggaran tahun 2026 ini, satu perusahaan berbentuk CV yang baru berdiri pada November 2025 berhasil mengantongi tujuh paket pekerjaan senilai total sekitar Rp.2,174 Miliar.
Data Portal Pengadaan Nasional per 18 Mei 2026 mencatat CV. AJS sebagai penyedia tunggal untuk ketujuh paket tersebut.
Adapun paket-paket yang dikerjakan CV. AJS meliputi:
– Belanja jasa resepsionis senilai Rp.334,8 juta
– Belanja rehab masjid & toilet masjid Rp.242 juta
– Belanja cleaning service Rp.648 juta
– Belanja jasa pramusaji fraksi Rp.216 juta
– Belanja jasa tenaga media Parlemen Rp.180 juta
– Belanja jasa pengamanan (security) Rp.446 juta
– Rehab pos jaga Rp.108 juta
Mayoritas paket tersebut dilakukan melalui skema e-purchasing atau kontrak langsung, tanpa proses tender terbuka yang melibatkan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) secara penuh.
Diketahui saat ini, Sekretariat DPRD Kabupaten Indramayu telah merealisasikan 23 paket pengadaan dengan total nilai Rp.5.246.350.902 dari APBD Indramayu 2026, termasuk untuk pakaian PDH dan PSH di internal dewan.
Selain CV. AJS, terdapat pola serupa pada penyedia lain. CV. SHM mendapat dua paket belanja pakaian dinas harian (PDH dan PSH) senilai total Rp.586,08 juta yang dipisah menjadi dua kontrak.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Komisaris CV. AJS, Sugiyanto, Senin (18/5/2026) sore membenarkan perolehan paket-paket tersebut. “Iya benar, Pak. Tapi bukan menang 7 paket sekaligus pak,” kata Sugiyanto.
Menurutnya, paket yang dimenangkan perusahaannya adalah mini kompetisi. Untuk pengadaan langsung kita diundang karena memiliki kompetisi/kualifikasi yang dibutuhkan sesuai paket tersebut.
“Kalau yang outsourching kita menang melalui e- puchasing. Sebaiknya kita ketemu biar jelas,” jelas Sugiyanto.
Ketua WN 88 Kabupaten Indramayu, Irsyad mengaku terkejut dengan informasi tujuh paket pengadaan belanja DPRD Indramayu yang dimenangkan satu perusahaan. Ia mencurigai ada pengondisian yang melibatkan oknum di legeslatif bermain.
“Kok bisa semuanya dimenangkan CV. AJS, ada yang janggal dan penuh tanda tanya. Pasti ada yang tidak beres. Kami menduga ada KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) yang berbau pengondisian. Kami akan kumpulkan bukti-bukti untuk kami tindaklanjuti,” tegas Irsyad. (Agus Sulist/Red)

























