Temuan BPK Soal Praktik Cashback di Sekolah Jadi Sorotan

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB BANDUNG, PATROLINEWS86 | Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait praktik cashback di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian. Dugaan penyimpangan tersebut umumnya berkaitan dengan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, salah satu penyedia buku yang disebut dalam temuan tersebut adalah CV Lentera. Dugaan praktik cashback ini terjadi melalui kerja sama antara pihak sekolah dan penyedia barang dengan pola tertentu yang dinilai melanggar aturan pengelolaan keuangan negara.

Praktik yang kerap ditemukan di antaranya berupa rekayasa laporan pembelian. Sekolah diduga membuat nota atau kwitansi belanja dengan nilai lebih tinggi dari harga sebenarnya. Selanjutnya, penyedia barang memberikan sejumlah fee atau cashback kepada oknum pihak sekolah dengan nominal yang bervariasi, bahkan mencapai 20 hingga 40 persen dari total transaksi.

Selain itu, laporan pertanggungjawaban (SPJ) yang diajukan disebut tidak sesuai dengan jumlah pembayaran riil kepada penyedia barang. Kondisi ini menjadi salah satu bentuk penyimpangan yang sering menjadi catatan dalam audit BPK.

Tak hanya praktik cashback, BPK juga menemukan sejumlah pelanggaran administratif lain, seperti barang hasil belanja yang tidak ditemukan secara fisik, kelebihan pembayaran atas realisasi belanja yang tidak wajar, hingga dugaan keberadaan rekening siluman.

Atas temuan tersebut, BPK biasanya merekomendasikan pengembalian kerugian negara ke kas daerah. Sejumlah kasus serupa bahkan telah ditindaklanjuti oleh Inspektorat melalui pemeriksaan terhadap ratusan kepala sekolah guna mempercepat penyelesaian pengembalian dana.

Di sisi lain, DPRD juga mendesak agar kepala sekolah yang terbukti melakukan praktik cashback diberikan sanksi tegas. Selain sanksi administratif, praktik tersebut berpotensi masuk ke ranah pidana karena dapat dikategorikan sebagai gratifikasi maupun suap.

Masyarakat yang ingin memantau regulasi dan hasil audit resmi dapat mengakses informasi melalui Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia maupun regulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait petunjuk teknis pengelolaan Dana BOS. ***

Berita Terkait

Surnata Warga Miskin Tertahan 2 Hari 1 Malam di RSUD Indramayu Akibat Terbebani Tagihan Rp.22 Juta
Operasi Sarang Narkoba di Kajen, Polisi Periksa Pengunjung Hiburan 
Safari Subuh Polsek Pekalongan Selatan, Jadi Ruang Silaturahmi dan Komunikasi Kamtibmas.
1 REMAJA DIDUGA GENK MOTOR TEWAS, 3 KRITIS DIMASSA WARGA
Himbauan Perda Mihol 0 Persen, Secara Terbuka Miras Malah Dipajang Jadi Hadiah Lempar Gelang di Pasar Malam Kedokan Bunder Indramayu
Ratusan Pelajar SMAN 1 Tukdana Dibawa Ke Fasilitas Kesehatan Diduga Keracunan Bantuan MBG
Diduga Korsleting Kulkas, Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Talun Ludes Terbakar
Rumah Sakit MM Indramayu Terbakar Diduga Api Berasal Dari Bangunan Gudang Hemodialisa RS MM

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Surnata Warga Miskin Tertahan 2 Hari 1 Malam di RSUD Indramayu Akibat Terbebani Tagihan Rp.22 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Kajen, Polisi Periksa Pengunjung Hiburan 

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Safari Subuh Polsek Pekalongan Selatan, Jadi Ruang Silaturahmi dan Komunikasi Kamtibmas.

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:04 WIB

1 REMAJA DIDUGA GENK MOTOR TEWAS, 3 KRITIS DIMASSA WARGA

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Himbauan Perda Mihol 0 Persen, Secara Terbuka Miras Malah Dipajang Jadi Hadiah Lempar Gelang di Pasar Malam Kedokan Bunder Indramayu

Berita Terbaru

HUKUM

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB