Bupati Klaten Hamenang dan Ketua FKUB Lepas Para Bhiksu dari Vihara Bodhivamsa untuk Misi Perdamaian Dunia Menuju Candi Borobudur.

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN – Patrolinews86.com.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin, bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, melepas keberangkatan para bhiksu dari Vihara Bodhivamsa, Klaten, Senin ( 25/05/2026 ) untuk melanjutkan perjalanan yang membawa misi perdamaian dunia menuju Candi Borobudur, Magelang.

 

Pelepasan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menjaga dan merawat kerukunan. Para bhiksu sebelumnya singgah dan bermalam di Klaten.

 

KH. Syamsuddin menyampaikan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

 

“Kehadiran kami bersama Bupati untuk melepas para bhiksu adalah bukti bahwa umat beragama di Klaten hidup berdampingan dengan damai. Semoga misi perdamaian ini sampai ke Borobudur dan menyebar ke seluruh dunia,” ujarnya.

 

Bupati Hamenang menambahkan bahwa Klaten merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan suci tersebut. Ia berharap pesan kerukunan dan perdamaian serta toleransi yang dibawa para bhiksu dapat menginspirasi masyarakat luas.

 

Rangkaian kegiatan ini juga menjadi penguat nilai-nilai yang akan dibawa dalam Pekan Kerukunan Internasional di Manado, akhir Oktober 2026 mendatang.

 

Para Bhiksu melakukan perjalanan spiritual berjalan kaki (ritual Thudong) dari Bali menuju Candi Borobudur.

 

Kegiatan bertajuk “Indonesia Walk for Peace” ini berlangsung pada 7-31 Mei 2026, diikuti oleh sekitar 56 Bhiksu lintas negara sebagai simbol perdamaian, pluralisme, dan pengendalian diri.

 

Tradisi dan makna perjalanan panjang yang dilakukan oleh para Bhiksu mencakup beberapa aspek.

 

Tujuan Ritual (Thudong), bahwa praktik ini merupakan bagian dari tradisi Buddhis yang melatih kesabaran, kerendahan hati, dan asketisme dengan berjalan kaki ribuan kilometer.

 

Perjalanan tahun ini mengambil rute dari Pulau Bali, menyeberang ke Banyuwangi, melintasi wilayah Jawa, dan berakhir di Candi Borobudur menjelang perayaan Waisak.

 

Selain sebagai bentuk meditasi berjalan, perjalanan ini menjadi simbol persaudaraan, pluralisme, dan doa untuk perdamaian dunia. ( Budiharjo )

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru