Pendiri dan Direktur Sanggar Rojolele Delanggu, Eksan Hartanto dalam film berjudul Sri menjelaskan, bahwa padi rojolele merupakan produk pertanian yang menjadi sumber penghasilan warga Delanggu sejak dulu kala. Maka melalui peresmian Desa Delanggu sebagai rintisan desa ramah budaya di Kabupaten Klaten semoga membawa kejayaan padi rojolele untuk mewujudkan kesejahteraan petani Delanggu.
Eksan Hartanto dalam surat undangan menjelaskan, Festival Mbok Sri Mulih atau FMSM merupakan festival tahunan yang diselenggarakan oleh Sanggar Rojolele dengan dukungan Desa Delanggu serta Kabupaten Klaten. FMSM diselenggarakan pertama kali pada 2017 untuk merayakan budaya pertanian di Desa Delanggu.
Dijelaskan, sebagaimana namanya festival ini ingin memboyong pulang ruh Dewi Padi ke tengah keseharian masyarakat Desa Delanggu melalui program yang melibatkan warga masyarakat petani secara langsung. Sanggar Rojolele mendukung Desa Delanggu diresmikan sebagai desa rintisan ramah budaya di Kabupaten Klaten.
Ketua Harian Wankes Klaten, Setyawan DS, SH, MM, MH dalam sambutannya saat meresmikan Desa Delanggu sebagai desa rintisan ramah budaya di Kabupaten Klaten mengatakan, dasar hukum pengembangan seni budaya adalah Pancasila yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia. Kemudian Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 bahwa Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























