Indramayu, patrolinews86.com- salah satu ungkapan ini di Tuturkan oleh seorang kuwu baru junti Weden yang bernama Asromin Pada masa pemerintahan 2026-2034.
Sebelum itu,kuwu
Asromin juga adalah Kuwu definitf,
terpilih Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, untuk masa jabatan 2026–2034.
Gemah Ripah Loh Jinawi adalah ungkapan Jawa yang menggambarkan kondisi wilayah yang subur, makmur, aman, dan tenteram.
Istilah ini menandakan kekayaan alam melimpah, di mana apa yang ditanam tumbuh subur dan sandang pangan mudah didapat. Seringkali disandingkan dengan Toto Tentrem Kerto Raharjo untuk menggambarkan situasi masyarakat yang rukun dan jauh dari perselisihan.
Makna dan Konteks:
Gemah Ripah: Menggambarkan kesuburan dan kemakmuran, serta keadaan penduduk yang banyak dan sejahtera.
Loh Jinawi,Menegaskan tanah yang subur dan hasil bumi yang melimpah.
Semboyan: Sering digunakan sebagai lambang atau semboyan daerah, seperti di Jawa Barat dan Kota Cirebon.
Simbolisme: Ungkapan ini merepresentasikan cita-cita ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial.
Pelantikan Resmi, Ia dilantik secara resmi oleh Bupati Indramayu pada 12 Februari 2026 di Pendopo Kabupaten Indramayu.
Pengalaman Sebelumnya: Asromin bukan sosok baru di pemerintahan desa, ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kuwu Juntiweden pada periode 2018–2024 dan dikenal aktif dalam program pembangunan desa, seperti pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Sertijab: Acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di tingkat kecamatan dilaksanakan pada 19 Februari 2026, menandai dimulainya masa kepemimpinan barunya secara penuh di desa.
Fif
























