Kejari Kota Cirebon Tetapkan Tiga Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi Bank Cirebon

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON, Patrolinews86.com – Sebanyak 3 direksi Perumda BPR Bank Cirebon ditetapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon sebagai tersangka, Senin (13/04/2026)

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Roy Andhika S Sembiring SH didampingi Feri Nopianto Kasi Pidsus Kejari Kota Cirebon mengungkapkan, telah meningkatkan status 3 (tiga) orang saksi menjadi tersangka, dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Wewenang dan Penyimpangan Pencairan Kredit pada Perumda BPR Bank Cirebon.

Ketiga tersangka tersebut yakni, DG (58) Selaku Direktur Utama BPR Bank Cirebon, AS (59) Selaku Direktur/ Direktur Operasional BPR Bank Cirebon dan ZM (54) Selaku Kepala Bagian Kredit BPR Bank Cirebon.

“Tersangka melakukan pencairan kredit kepada 17 karyawan Bank Cirebon,” kata Roy, saat jumpa pers di Kantor Kejari Cirebon.

Terhadap para tersangka disangkakan melanggar Primair Pasal 603 Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo. Pasal 18 Undang-Undang Rl Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 20 huruf a dan c Undang Undang RI No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Subsidiair: Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Rl Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 20 huruf a dan c Undang Undang RI No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Penyimpangan yang terjadi atas Pemberian Kredit Periode Tahun 2017 sampai dengan 2024 di Perumda BPR Bank Cirebon,” ungkapnya.

Dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kewenangan mencakup penyimpangan dalam pemberian kredit konsumtif dan modal kerja kepada 17 pegawai Perumda BPR Bank Cirebon.

Adapun Kerugian Negara berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Nomor: 05/SR/LHP/DJPI/PKN.01/02/2026 tanggal 19 Februari 2026 sebesar Rp. 17.358.703.318,00 (Tujuh belas milyar tiga ratus lima puluh delapan juta tujuh ratus tiga ribu tiga ratus delapan belas rupiah).

“Selanjutnya terhadap ketiga tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas I Cirebon,” ujarnya.

Ditambahkan Roy, menyatakan tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi. “Nanti kita lihat di persidangan,” ujarnya.

(Dedi)

Berita Terkait

Dugaan kasus Dana UPK / BUMDESMA Sindangagung Kuningan Tetapkan 3 Tersangka kerugian mencapai Rp1,1 Miliar
Akhirnya Penyelidikan Terkait Pencurian Beras Bantuan Pangan Di Desa Ambit Mulai Ada Titik Terang Dan Muncul Terduga Para Pelakunya
Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Dugaan kasus Dana UPK / BUMDESMA Sindangagung Kuningan Tetapkan 3 Tersangka kerugian mencapai Rp1,1 Miliar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Berita Terbaru