Aktivis Anak Bangsa Gelar Aksi di UPI, Desak Pengusutan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Rektor

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, 16 April 2026 – Aktivis Anak Bangsa menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) hari ini. Aksi ini dipicu oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi transparansi dan tata kelola universitas yang dinilai sedang mengalami kemunduran.

Dalam pernyataan sikapnya, Aktivis Anak Bangsa menyoroti adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Rektor UPI yang dianggap telah mencederai kepercayaan sivitas akademika serta merusak marwah institusi sebagai kawah candradimuka bagi para pendidik. Mereka menegaskan bahwa kekuasaan yang tidak terkontrol merupakan pintu masuk bagi praktik korupsi dan otokrasi.

Lima Tuntutan Utama
Massa aksi membawa lima tuntutan krusial sebagai upaya penyelamatan institusi, antara lain:

1. Pembentukan Tim Investigasi Independen: Mendesak keterlibatan pihak eksternal seperti Kemendikbudristek serta perwakilan mahasiswa dan dosen untuk mengusut tuntas kebijakan administratif maupun finansial secara transparan.

2. Akses Informasi Publik:Menuntut keterbukaan atas seluruh kebijakan strategis, termasuk seleksi pejabat dan manajemen anggaran nonakademik sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik.

3. Sidang Etik Segera: Mendesak Dewan Kehormatan Universitas untuk segera menyidangkan Rektor atas dugaan pelanggaran kode etik jabatan.

4. Desakan Mundur: Menuntut Rektor UPI untuk mundur dari jabatannya jika nantinya terbukti secara sah melakukan penyelewengan wewenang.

5. Reformasi Regulasi Internal: Menuntut peninjauan kembali aturan internal yang memberikan kekuasaan absolut kepada Rektor guna menciptakan mekanisme check and balances yang sehat.
Pernyataan Sekjen Aktivis Anak Bangsa
Sekretaris Jenderal Aktivis Anak Bangsa, Dena Hadiyat, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Bumi Siliwangi.

“Aksi yang kami lakukan hari ini bukanlah bentuk serangan personal kepada individu tertentu, melainkan murni upaya kolektif untuk menyelamatkan integritas UPI dari praktik-praktik yang tidak sehat. Sebagai institusi pendidikan, integritas adalah harga mati yang tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan kelompok mana pun. Jika transparansi tetap ditutupi, kami berkomitmen untuk melakukan eskalasi gerakan yang lebih masif hingga keadilan ditegakkan.”
>
Aktivis Anak Bangsa menutup pernyataan mereka dengan menekankan bahwa kebenaran tidak akan mati dan akan terus disuarakan hingga ada perubahan nyata dalam sistem pengawasan di lingkungan kampus.

 

Lip ds/ad

 

d7fa4effb8cc4eb495823ab8d082ab37 scaled

 

IMG 20260416 WA0041 scaled

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru