Kota Cirebon patrolinews86.com —31 Oktober2025 – Aktivis Rakyat Menggugat (ARM) mendesak Pemerintah Kota Cirebon agar segera menuntaskan permasalahan pencemaran limbah lindi yang diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Desakan ini disampaikan menyusul banyaknya keluhan warga sekitar yang terdampak akibat dugaan rembesan limbah cair dari kolam penampungan TPA Kopi Luhur. Warga mengeluhkan air sumur berubah warna, berbau menyengat, dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid yang di sapa bang jahid dalam keterangannya, menyebut bahwa persoalan pencemaran lindi ini bukan hal baru, namun hingga kini belum ada langkah tegas dan transparan dari Pemkot Cirebon.
> “Kami menilai penanganan yang dilakukan pemerintah masih sebatas tambal sulam. Warga butuh solusi nyata dan permanen, bukan janji perbaikan semata,” tegasnya.
ARM juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon untuk segera membuka hasil uji laboratorium terhadap sampel air sumur warga dan kolam penampungan lindi di area TPA Kopi Luhur. Transparansi hasil uji tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran yang terjadi.
Lebih lanjut, ARM menyoroti lemahnya pengawasan dan sistem pengelolaan limbah di TPA Kopi Luhur. Aktivis menilai, Pemkot Cirebon perlu membangun sistem pengolahan lindi yang lebih modern dan memperbaiki seluruh infrastruktur kolam penampungan agar tidak terjadi kebocoran yang merugikan masyarakat sekitar.
> “Warga Argasunya sudah lama menanggung dampak lingkungan dari keberadaan TPA. Pemerintah harus hadir dan bertanggung jawab. Jangan tunggu sampai terjadi krisis air bersih atau gangguan kesehatan,” ujar ARM dalam rilis resminya.
ARM juga mendorong DPRD Kota Cirebon untuk segera memanggil pihak-pihak terkait, termasuk DLH, pengelola UPT TPA, dan lurah setempat, guna dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) agar kasus ini segera mendapat solusi komprehensif.
Sebagai bentuk solidaritas, ARM berencana akan melakukan aksi damai dan mengawal penanganan kasus pencemaran ini hingga tuntas. Mereka juga meminta agar pemerintah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak secara berkala selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada langkah nyata. Jangan biarkan warga kecil terus menjadi korban dari kelalaian pengelolaan lingkungan,” tutup ARM.

(H.sutejo/red)
























