Diskusi Pada 9 Agustus 2024 bersama KPK, LSM BAN: Para Aktifis Pegiat Anti Korupsi se-Jabar Akan Hadir
Bandung patrolinews86.com – Korupsi merupakan bahaya laten yang merusak mental, bertentangan dengan dogma agama, tatanan sosial, ekonomi dan budaya. Menolak praktik-praktik korupsi adalah implementasi dan refleksi atas kesadaran tentang tanggung jawab sebagai warga Negara yang baik untuk senantiasa meletakan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan.
Bentuk pengawasan haruslah dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan kepentingan masyarakat secara bermartabat, menghormati kearifan budaya lokal, mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocent) dan berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih dari praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (good governance).
Oleh karena itu, para aktifis pegiat anti korupsi Jawa Barat, akan menggelar Forum Group Diskusi (FGD) melalui wadah Lembaga Swadaya Masyarakat Baladhika Adhiyaksa Nusantara (LSM BAN), pada 9 Agustus 2024, bertempat di hotel benua, jalan pelajar pejuang 45 No. 111 Kota Bandung, dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi – Republik Indonesia (KPK-RI).
Ketua Umum LSM BAN, Yunan Buwana, mengatakan, “Acara akan dimulai pada pukul 14:00 sampai dengan 17:00, narasumbernya menghadirkan dari KPK, yaitu bapak ‘Amir Arief’ selaku Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon WhatsApp, Minggu (4/8/24).
Menurutnya, para aktifis pegiat anti korupsi beserta wartawan investigatif di kabupaten/kota wilayah Jawa Barat akan hadir. “Kawan-kawan aktifis yang menjadi inisiator acara di wilayah Jawa Barat akan hadir, seperti di Kabupaten Pangandaran, Tasik dan Ciamis, serta sejumlah jurnalisme investigasi,” tutur Yunan.
Sementara, Adhie Jarra, yang diketahui mengkomandoi perkumpulan Aktifis Anak Bangsa, wilayah Jawa Barat, mendukung penuh akan terselenggaranya acara tersebut. “Kami kawan-kawan yang tergabung di Aktifis Anak Bangsa support dengan kegiatan seperti ini. selain mempererat tali silaturahmi dengan KPK, juga menambah wawasan/pengetahuan selaku peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” terangnya.
Kasus dugaan Korupsi di Jawa Barat, lanjut Adhie, semakin banyak merajalela, sehingga kemudian hal itu harus diberantas dan di cegah sejak dini. “Baru-baru ini, yang telah terbongkar oleh Kejari Sumedang kasus dugaan Korupsi Tol Cisumdawu yang mencapai angka 329 Miliar. Selain itu, kasus dugaan Korupsi bangun guna serah (Build, Operate and Transfer/BOT) Pasar Sindangkasih Cigasong, Kabupaten Majalengka, yang melibatkan mantan PJ Bandung Barat, dan OTT KPK terhadap Walikota Bandung terkait dugaan suap pengadaan CCTV dan Penyedia Jasa Jaringan Internet,” Paparnya.
Adhie berharap, praktik-praktik korupsi di wilayah Jawa Barat dapat tercegah sejak dini. “Dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence), bentuk peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan Tipikor harus ditingkatkan, pengawasan harus diperketat terhadap segala jenis kegiatan-kegiatan pemerintah yang uangnya bersumber dari rakyat,” pungkasnya. (Nana JN/ Adhie )
























