PJ dan Konsultan Pengawas Diduga ada Main Mata, Aktivis Anak Bangsa Jabar Resmi Laporkan Kasus ini Ke APH
Karawang, Patrolinews86.com – Dugaan kuat adanya main mata antara Penyedia Jasa (PJ) dan Konsultan Pengawas di ruas jalan Nasional Cikampek-Pamanukan, Cikampek-Purwakarta dan Karawang-Cikampek terlihat nyata.
Pasalnya hampir di semua ruas Jalan Nasional PPK Wilayah 1 nampak kumuh, terang Adhie Wahyudi dari Aktivis Anak Bangsa Jabar (27/6/2024).
PT. Saneca sebagai PJ dengan Konsultan Pengawas PT. Perentjana Djaja, PT Diantama Rekanusa dan PT. Jakarta Rencana Selaras (KSO) di duga telah melakukan rekayasa laporan, yang tertuang dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja). Dalam KAK sudah jelas bahwa sekejul tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh PT, dan Konsultan Pengawas untuk melakukan laporan Harian, Minggu sampai Bulanan hasil pekerjaan yang di laksanakan PJ, sambungnya.
Dari hasil di lapangan sudah jelas hampir di semua ruas jalan Nasional wilayah 1 Jabar, terlihat kumuh, nampak rumput liar memenuhi bahu jalan dan ruang manfaat jalan, belum lagi loneng yang tidak di cat dan di perbaiki, serta drainase yang tidak di rawat sehingga air menggenangi jalan, menjadi lengkap sudah kekumuhan, sedangkan anggaran sangat signifikan sebesar Rp. 234 Milyar lebih, belum lagi anggaran Pengawas yang di lakukan KOS, yang mana Konsultan Pengawas yang menjadi KSO, apakah makan gaji buta, hanya tidur aja, sedangkan laporan di Copy Paste.” tegasnya.
Kalau Konsultan Pengawas (KSO) tidak ada main mata dengan PJ, ini sudah jelas tahapan pemeliharaan jalan di semua ruas akan berjalan baik, tidak akan adanya media jalan menjadi tempat pembuangan puing hasil pecingan aspal, sehingga kecuriaan adanya permainan antara PJ dan Konsultan Pengawas melengkapi hasil pantauan di lapangan.” sambungnya lagi.
Melihat pakta seperti ini akhirnya Aktivis Anak Bangsa Jabar telah melakukan laporan kepada APH, adanya laporan piktir hasil pekerjaan yang di lakukan PJ dan Konsultan Pengawas, untuk di mintai pertanggung jawaban dari kegiatan ini, karena mereka (Perusahaan) menggunakan anggaran pemerintah yang harus jelas alurnya.Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran Konsultan Pengawas untuk membantu tugas harian, mingguan, dan bulanan, hasil pekerjaan, pukasnya.
Hasil pantauan Patrolinews86 di lapangan di ke tiga ruas jalan Nasional Wilayah 1 yang di lakukan oleh PJ, nampak terlihat kumuh di semua ruas, yang lebih ngerinya, penanganan longsor menggunakan tumpukan karung, yang sudah jelas masa keausan karung.
Sampai berita ini di terbitkan baik PJ, Konsultan Pengawas, serta PPK Wilayah 1 Jabar, belum bisa memberikan keterangan dan terkesan menghindar. (Nur)
























