Kuningan patrolinews86.com – Ramai dalam pemberitaan tentang adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan bantuan Pokir ternak sapi di Desa Cirea,Kecamatan Mandirancan Kabupaten kuningan Jawa Barat. Bantuan sapi yang diterima kelompok harapan Tani sejak tahun 2022 diduga tidak jelas pengelolaannya dan minim transparansi. Kelompok yang diketuai oleh Dian ini mendapat sorotan warga karena tidak menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan diduga melibatkan praktik jual-beli hewan secara diam-diam.
Menurut keterangan warga setempat kelompok harapan tani sekarang di kelola sama Tata bukan lagi sama ketua yang bernama dian, kini semakin hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat.
Bahkan tadi siang kata Ulis desa bahwa kasus bantuan sapi lagi dirapatkan dan semua anggota kelompok kata Ulis dikumpulkan oleh pak Kuwu supaya semua sapi ada kembali.” Ucapnya
Sementara tata ketika beberapa kali di hubungi melalui tlp selulernya akhirnya menanggapi juga namun tidak banyak yang disampaikan hanya menurut Tata bahwa ketua bukan saya tapi tetap yang bernama dia hanya dia pergi keluar kita tetapi bukan kabur.namun untuk lebih jelas mangga silahkan tlp aja Kuwu ucapnya sambil mengirimkan nomor tlp seluler Kades Cirea.
Namun kades cirea ketika dipinta komentarnya,justru dia malah balik namanya, menurut ya itu kewenangan dia saya tidak tau apa apa masalah bantuan sapi kang engga ada hubungannya.
Wa’alaikumussalam.
Waduhhh… Kok ke saya…saya sih ga ada hubungannya kang..
Yg jelas bantuan itu dari tahun 2020an..
Ya keinginan saya, klo memang tujuan bantuannya untuk kesejahteraan, sapi nya dikembalikan kembali sesuai jumlah bantuan yg diterima kelompok. Untuk kesejahteraan kelompok. Mgkn bgitu ya kang..
Kemarin sudah d panggil, dan diminta untuk sapi nya di kembalikan kembali dan segera berkoordinasi dengan dinas.” ucap kades cirea yang bernama wahyu anugrah
Sementara sepetri kita ketahui bahwa tujuan adanya kegiatan pokir adalah salah satunya
- Peningkatan Kesejahteraan Petani:Membantu peternak meningkatkan pendapatan melalui usaha penggemukan sapi yang lebih produktif.
- Pengembangan Usaha Peternakan:Memperkuat dan mengembangkan usaha peternakan sapi, baik untuk kebutuhan protein hewani maupun untuk dijadikan aset ekonomi jangka panjang.
- Mendukung Ketahanan Pangan:Menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi peternakan.
- Menciptakan Lapangan Kerja:Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, terutama di pedesaan.
- Penguatan Kelembagaan Kelompok:Memfasilitasi kelompok ternak untuk dapat saling mendukung, belajar, dan bekerja sama dalam manajemen usaha.
- Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat:Merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian.

























