Mey Sempat Dipukul Dan Diseret Oleh Sang Suami Albert Solo Hingga Meninggal Dunia.
PATROLINEWS86.COM – KUPANG, NTT.
Albert Solo, ASN di Sat Pol PP Pemprov NTT tega menganiaya istrinya, ialah : Josefina Maria Mey.
Albert Solo memukul dan menyeret Mey hingga berujung kematian.
Mey sempat dirawat di IGD Rumah Sakit Leona, Kota Kupang selama dua hari.
Ia sekarat saat diantar ke rumah sakit oleh tetangga dan anaknya.
Saat itu ia masih mengenakan pakaian kantor.
Pada hari Sabtu 10/08/2024, sekitar jam 15.00 WITA, Mey baru saja kembali dari kantornya di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT.
Hari itu, Mey bersama pimpinannya sempat mengikuti rapat bersama Komisi V DPRD NTT.
Seusai rapat, Mey kembali ke rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT.
Ibu dua anak ini menumpang ojek online.
Tiba di halaman rumah, Mey disambut Albert yang diketahui sudah menunggu sejak tadi.
Saat Mey turun dari ojek, langsung digebuk di situ (sebuah pohon mangga didepan rumah korban).
Ia terkapar di situ.
Sampai lidah keluar, kata keluarga Mey, Robert Dey, Selasa 13/08/2024.
Robert Solo bersama keluarga lainnya, sejak Senin 12/08/2024 sore mendapat kabar duka.
Mey meninggal dunia setelah hampir 50 jam berada di ruang IGD.
Mey tidak sadarkan diri sejak dianiaya Albert sang suami tercinta.
Setelah autopsi, jenazah Mey disemayamkan di rumah duka di Naimata.
Keterangan yang diperoleh dari para tetangga, Sabtu sore itu Albert menganiaya Mey secara membabi buta.
Bahkan tetangga tidak berani mendekat.
Albert mengancam orang-orang yang mendekat.
Dia pukul, injak, seret.
Orang-orang yang datang dia ancam, jangan dekat ini urusan saya, kata Robert mengulang cerita yang ia peroleh dari tetangga disekitar rumah suami istri ini.
Cerita yang sama juga disampaikan beberapa orang yang ditemui awak media PATROLINEWS86.COM Selasa sore 13/08/2024.
Warga sempat bercerita, meski suasana waktu itu banyak orang, mereka tidak bisa menolong Mey.
Kelakuan Albert yang main hakim sendiri membuat warga sekitar merasa terancam.
Bahkan, kedua anak Albert yang datang dari sekolah dan hendak menolong ibunya Ny Mey, ikut menjadi sasaran Albert yang cukup kasar saat itu.
Dia bahkan tegas meminta kedua anaknya untuk tidak menolong istrinya yang terbaring lemas.
Kedua anaknya datang saja di ancam, jangan tolong dia.
Biar dia mati di situ, kata warga, mengisahkan kejadian Sabtu sore.
Lebam yang dialami Mey, menurut warga, akibat pukulan dari Albert.
Korban sempat berupaya untuk berlari melintasi tembok yang berada disisi kiri jalur masuk tempat kejadian.
Usaha Mey kandas, yang membuat Albert kembali menganiayanya.
Waktu itu, Mey hanya pasrah menerima pukulan dari suami yang telah ia nikahi selama 10 tahun itu.
Warga yang semakin banyak membuat Albert menghentikan tindakan brutalnya itu.
Warga lalu membopong Mey ke teras rumahnya.
Itu dia (korban) sudah napas satu-satu.
Dia seperti mengorok.
Kami bilang, angkat kepalanya agak tinggi supaya pernapasan agak lancar.
Tapi mukanya sudah lebam, lecet di bagian kanan juga, tegas warga.
Dari teras rumah, warga membawa Mey yang tidak sadarkan diri menuju rumah sakit.
Pertama, Mey dibawa ke rumah sakit Kartini, yang saat itu ruang IGD dalam kondisi dipenuhi pasien.
Warga kemudian membawa Mey ke rumah sakit Leona.
Di rumah sakit, kedua anak mereka yang memberikan keterangan ke dokter tentang penyebab Mey sekarat, kembali diintimidasi Albert Solo.
Warga yang ikut mengantarkan Mey geram dengan perilaku Albert namun tidak bisa berbuat banyak.
Pada saat dokter CT scan datang, dia bilang ” Bapak yang didalam terbaring itu mayat “.
Bahwa ibu itu dia mati di rumah sini, sebelum ke rumah sakit.
Dia pukul babak belur, kata Robert Dey.
Robert katakan bahwa, pihak rumah sakit tetap melakukan pertolongan dengan harapan ada keajaiban.
Pertolongan dilakukan sejak Mey masuk ke IGD hingga menjelang dinyatakan meninggal dunia.
Selama ini, kejadian yang sering dialami Mey menjadi perhatian keluarga.
Beberapa kali keluarga meminta agar Mey meninggalkan Albert yang oleh Robert menyebutnya sebagai sosok “setan”.
Keluarga yang saat mendapat kabar dan menuju ke rumah sakit, sempat menanyakan kejadian itu.
Mulanya Albert mengelak.
Lama dipaksa, Albert mengaku ia hanya sekali menampar wajah Mey.
– Kejadian Ini Sering Terjadi.
Robert mengaku, Mey sering dianiaya Albert.
Bahkan tindakan itu sudah dialami Mey sejak keduanya masih pacaran.
Ia sempat meminta Mey untuk memikirkan kembali rencana kehidupan bersama Albert.
Penyesalan itu tidak berakhir seperti ini.
Dia tidak pernah mengadu.
Teman kantornya juga, sama,kata Robert.
Bahkan, suatu waktu, Mey sempat meminta Robert agar menjemputnya karena dianiaya Albert.
Robert bersama keluarga lainnya tiba dan hendak menjemput Mey.
Korban, kala itu meminta niat itu diurungkan.
Alasannya, Albert sudah meminta maaf kepadanya.
Jangan bapak, dia (Albert) sudah minta ampun di saya.
Selalu minta ampun, selalu berserah, ucap Robert mengulang kembali pernyataan dari Mey.
Ironisnya, hingga kini Albert tidak pernah menemui keluarga besar Mey untuk menyampaikan permohonan maaf atas ulahnya itu.
Robert menduga, Albert pantang mengucapkan permohonan maaf ke keluarga.
Minta maaf itu bagi suaminya (Albert) mungkin mahal sekali.
Terlalu mahal bagi dia.
Tidak pernah terjadi.
Mimpi pun tidak, tegas Robert.
Albert Solo kini sudah ditahan Polresta Kupang Kota sejak Senin malam.
Jenazah Mey juga sudah dilakukan otopsi.
Hasilnya, ada pendarahan di kepala.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan, Kamis 15/08/2024 di rumahnya.
GELSON _ PATROLINEWS86.COM.
























