Kabupaten Cirebon, 24 Oktober 2025 — Aktivis pegiat anti korupsi Cirebon Raya, M. Harun Sutejo, mendesak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Barat untuk segera mengambil langkah tegas terhadap kepala sekolah yang dinilai indisipliner dan lalai menjalankan tugas.
Desakan ini disampaikan setelah muncul laporan bahwa Kepala Sekolah SLB Anggaran Cakrabuana, yang beralamat di Desa Kesugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, jarang masuk sekolah dan dinilai kurang memberikan keteladanan kepada tenaga pendidik maupun peserta didik.
Menurut Harun Sutejo, ketidakhadiran kepala sekolah dalam menjalankan tugas merupakan bentuk pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) yang tidak dapat ditoleransi, apalagi dalam lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi contoh integritas dan tanggung jawab.
> “Kami meminta KCD Wilayah X untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kepala sekolah yang jarang masuk. Dunia pendidikan tidak boleh dibiarkan diisi oleh pejabat yang abai terhadap tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Harun Sutejo di Cirebon, Jumat (24/10).
Harun menambahkan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan siap melaporkan ke Inspektorat Provinsi Jawa Barat serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat jika tidak ada langkah konkret dari KCD X dalam waktu dekat.
Ia juga menekankan bahwa penegakan disiplin dan transparansi di sektor pendidikan harus menjadi prioritas, agar kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan tetap terjaga.
> “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran pendidikan digunakan dengan benar, dan setiap pejabatnya bekerja dengan penuh dedikasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak KCD X belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil terhadap Kepala Sekolah SLB Anggaran Cakrabuana tersebut. ( Red)
























