Siraman qalbu oleh Harun sutejo
Kehidupan mengajarkan manusia untuk selalu berhati-hati dalam memilih lingkungan dan pergaulan. Tidak semua orang yang terlihat baik di depan memiliki ketulusan di dalam hati. Ada yang datang membawa senyuman, namun diam-diam menyimpan iri dan kepentingan pribadi. Karena itu, kita harus belajar waspada kepada siapa pun tanpa harus kehilangan sifat baik kepada sesama.
Dalam perjalanan hidup, sering kali seseorang merasa kecewa karena dikhianati oleh teman sendiri. Di depan terlihat mendukung, namun di belakang justru menjatuhkan dan menikung. Peristiwa seperti itu menjadi pelajaran berharga agar manusia tidak terlalu mudah percaya dan tetap menjaga hati serta sikap dalam pergaulan.
Namun, sebesar apa pun kekecewaan yang dirasakan, jangan sampai membuat kita berubah menjadi pribadi yang penuh dendam dan kebencian. Tetaplah menjadi orang baik, sebab kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan kembali kepada diri sendiri. Allah SWT Maha Mengetahui isi hati setiap manusia dan tidak pernah tidur melihat setiap perbuatan hamba-Nya.
Selain itu, manusia juga diingatkan agar tidak rakus dan serakah terhadap harta maupun rejeki orang lain. Rejeki setiap manusia sudah diatur oleh Allah SWT dan tidak akan pernah tertukar. Apa yang menjadi hak kita akan datang pada waktunya, dan apa yang bukan milik kita tidak akan membawa keberkahan meskipun dipaksakan untuk dimiliki.
Keserakahan hanya akan membuat hati gelisah dan hidup penuh rasa kurang. Sebaliknya, rasa syukur akan membawa ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam kehidupan. Orang yang bersyukur akan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sedangkan orang yang iri dan dengki tidak akan pernah merasa puas.
Siraman qolbu ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu menjaga hati, memperbaiki diri, serta memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sibuk menjatuhkan orang lain demi kepentingan pribadi, karena hidup di dunia hanyalah sementara dan semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.
Mari menjadi manusia yang jujur, ikhlas, rendah hati, dan selalu menghargai sesama. Karena sejatinya, kemuliaan seseorang bukan dilihat dari banyaknya harta atau jabatan, melainkan dari akhlak, keikhlasan, dan ketulusan hati dalam menjalani kehidupan.
























