Ketidakpercayaan masyarakat kepada penguasa hari ini semakin terasa nyata. Rakyat mulai diliputi kebingungan, kegelisahan, dan kegundahan yang tak berkesudahan. Di tengah kondisi hidup yang kian tak menentu, muncul pertanyaan yang sederhana namun menyayat hati: kepada siapa lagi rakyat harus berlindung dan memohon perlindungan?
Sementara itu, para elit justru sibuk menyusun peta kekuatan, mempersiapkan kontestasi 2029, seakan lupa bahwa ada jeritan yang tak terdengar dari rakyat kecil yang mereka wakili.
Dalam kegelisahan ini, ingatan kolektif bangsa seolah kembali menelusuri jejak sejarah. Pada masa lalu, ketika para Sultan dan Raja Nusantara memimpin dengan hati, hadir sebagai pelindung, pengayom, dan penjaga kesejahteraan rakyatnya. Kepemimpinan yang tidak hanya berkuasa, tetapi juga mengabdi.
Kerinduan itu kini nyata. Rindu akan sosok pemimpin yang benar-benar hadir, yang memahami derita rakyat, yang menjadikan kesejahteraan sebagai tujuan utama, bukan sekadar janji.
Wahai para pewaris nilai-nilai luhur Nusantara, bangkitlah…
Rakyat menunggu peran aktif mu.
Rakyat merindukan sentuhan kepemimpinan yang tulus dan berjiwa.
Negeri ini adalah tanah yang gemah ripah loh jinawi.
Seharusnya rakyat hidup sejahtera, bukan justru diliputi kecemasan.
Saatnya kembali pada jati diri kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
Karena di balik diamnya rakyat hari ini, ada harapan besar yang menanti untuk dijawab.
#SultanSepuh
























