Cirebon, Patrolinews86.com – Mencuatnya isu pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh oknum dilingkungan PLTU 1 Cirebon, menyedot perhatian berbagai pihak. Diduga pungli itu dilakukan pada calon tenaga kerja di salah satu vendor Shut Down, masyarakat yang tergabung dari lima Desa yaitu Desa Kanci Kulon, Desa Kanci, Desa Waruduwur, Desa Citemu, Desa Bandengan Kabupaten Cirebon dari berbagai elemen menggelar aksi damai terhadap PT. CEP (Cirebon Electrik Power) PLTU 1 Cirebon, bertempat di rumah makan Samudra pada hari, Kamis 19/05/2022 siang tadi.
Polemik itu muncul dalam perekrutan tenaga kerja, yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan PT. CEP dengan para komite tenaga kerja. Bahkan diduga ada oknum yang melakukan pungutan liar (PUNGLI) pada setiap calon pekerja.
Dalam aksi tersebut, beberapa warga yang tergabung dari lima Desa meminta keputusan Kuota tenaga kerja yang sudah di sepakati bersama.
Kuwu Desa Kanci Kulon Subandi menyampaikan, bahwa para pekerja Shut Down
di PLTU 1 Cirebon yang berada di lingkup Desa Kanci, Desa Kanci Kulon, Desa Waruduwur, Desa Citemu, Desa Bandengan yang salah satu desa binaan, sangat kecewa karena perekrutan tenaga kerja yang dilakukan oleh PT. CEP tersebut tidak melalui komite tapi diduga Adanya Oknum pungli yang merekrut tenaga kerja.
,” Kami sangat kecewa kepada Sdr. Yusuf selaku manajer PT. CEP dan Sdr. Bayu karena apa yang disampaikan Yusuf bahwa para pekerja untuk Desa Kanci Kulon yang sudah masuk sebanyak 310, karena tenaga kerja itu tidak melalui para ketua komite tenaga kerja.
Pertemuan berjalan cukup hangat, menanggapi beberapa pernyataan yang disampaikan oleh para Kuwu dan warga, Yusuf manager PT. CEP (Cirebon Electrik Power) menyatakan, bahwa kami akan segera lakukan kordinasi kepada para kontraktor, dan mohon maaf apabila telah terjadi hal yang membuat warga kecewa.
Sementara itu Kuwu Desa Kanci Sunaryo meminta agar kuota yang sudah diberikan untu Desa Kanci 25 persen , Desa Kanci Kulon 30 persen, dan untuk Desa Waruduwur 25 persen segera diselesaikan dengan bijak dan untuk kedepanya para calon pekerja harus melalui komite, bukan lagi dari oknum pungli yang merekrut tenaga kerja di PLTU 1 Cirebon,” tegas Sunaryo.
(Tim)























