CIREBON – Patrolinews86.com Alun – alun Kesepuhan yang terletak di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon sudah mulai pengerjaan revitalisasinya, Penataan Alun-alun Kasepuhan Kota Cirebon ini dibiayai dari dana Percepatan Ekonomi Nasional (PEN) Pemprov Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp10,4 miliar. Sejumlah pekerja sudah terlihat mulai mengangkat batu alam di sepanjang trotoar Alun – alun Kesepuhan Kota Cirebon.
Alun – alun Kesepuhan merupakan salah satu dari alun – alun yang ada di Kota Cirebon, Semangat dan antusias warga sekitar dan keluarga keraton kesepuhan untuk proyek ini sangat tinggi. Tentu saja mengingatkan kembali tentang Peresmian Alun-alun Kejaksan yang berada di pusat Kota Cirebon beberapa waktu yang lalu. Dengan sejuta harapan dan impian yang terserap. Melahirkan ragam pendapat serta penilaian yang bermacam – macam.
Alun – alun Kasepuhan ini letaknya berada di depan Keraton Kasepuhan. Alun-alun ini semulanya hanya pelataran biasa dan disetiap sisi dindingnya dijadikan lapak – lapak pedagang. Harapan masyarakat Kota Cirebon umumnya dan masyarakat sekitar alun – alun tersebut yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan dilapak tersebut. Ujar “mimi” salah satu pedagang dilapak tersebut serta untuk pedagang akan dibuatkan shelter – shelter untuk tempat usaha mereka.
Papan proyek yang terpajang disitu terpampang anggaran yang disokong dari pemerintah Provinsi Jawa Barat Nilainya Rp10.4 miliar.
Alun-alun Kasepuhan ini nantinya akan menjadi tempat pertunjukan seni dan budaya serta Juga ada gapura candi bentar. “Jadi kedepannya alun-alun kesepuhan ini terbuka, tidak ada pagar. Yang ada candi bentar dan panggung budaya. Samping – sampingnya ada taman dan pepohonan,” ujar Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat.
Alun – alun kejaksan, bangga akan bassement. Ruang parkir bawah tanah (basement) itu juga yang membuat nilai proyeknya jauh membengkak dari pada Alun – alun Majalengka. Tapi tempat parkir kendaraan di Alun Kejaksan itu juga bikin kecewa banyak orang. Wajar saja kalau pemkot melimpahkan persoalan ke urusan teknis. Seperti karena ada penambahan jaringan hexos 1,5 meter. Sehingga ketinggian akses masuk basement berkurang lagi, masyarakat kudu harus maklum.
Di Alun – alun kejaksan juga, jika ingin berkunjung di siang hari Cuaca terik, panas menyambut kita itu yang membuat tidak nyaman berlama-lama. Dilihat dari kejauhan terlihat begitu tandus. Area bermain anak yang ditonjolkan kurang representatif. Rumput di sekeliling tampak tak siap untuk tumbuh. Banyak diinjak meski sudah ada larangan. Semua ini kembali kesadaran warga masyarakat Kota Cirebon untuk merawat dan Menjaga tempat itu agar tetap indah dan nyaman serta elok untuk dipandang. ( DEDI )






















