Oleh : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H
Menyambut tahun baru 2026 bukan hanya sekadar merayakan pergantian angka di kalender, melainkan sebuah kesempatan suci untuk menyegarkan hati, membersihkan pikiran, dan menguatkan langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Seperti yang disampaikan dalam berbagai pandangan mengenai tahun baru yang akan datang, momentum ini harus kita isi dengan refleksi diri, penataan hati, dan penguatan dasar iman serta tanggung jawab moral.
Bagi kita yang beragama Katolik, tahun baru adalah ajang untuk merenungkan firman Tuhan dan menerapkannya dalam setiap langkah hidup, baik di mana pun kita berada di dunia ini.
Kita diingatkan untuk menjalani hidup dengan prinsip yang baik, mengikuti ajaran agama, serta menghargai nilai-nilai luhur yang telah diajarkan oleh kedua orang tua kita.
Menata Hati, Menjernihkan Iman, dan Menjunjung Etika
Menghadapi 2026, kita diajak untuk menghitung diri dan menata hati agar tidak terjebak dalam kesalahan masa lalu.
Sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa hati yang suci adalah tempat kedatangan Tuhan.
Dalam Matius 5:8 tertulis, “Bahagia mereka yang suci hati, sebab mereka akan melihat Allah.”
Hal ini mengingatkan kita untuk menjernihkan iman dan menjauhi segala bentuk kejahatan.
Kita juga harus taat pada etika dan nilai-nilai yang benar, termasuk mengikuti Tujuh Hukum Allah (bagian dari 10 Perintah Allah yang menjadi dasar ajaran Katolik).
Seperti yang tercantum dalam Keluaran 20:1-17, Tuhan memerintahkan kita untuk tidak menyembah berhala, tidak mengambil nama Tuhan dengan sia-sia, menghormati hari Sabat, menghormati ayah dan ibu, tidak membunuh, tidak berzina, tidak mencuri, tidak memberikan kesaksian palsu, tidak mengingini milik orang lain, dan tidak mengingini istri orang lain.
Selain itu, kita harus menjunjung prinsip “tabe telan” (sopan santun dan menghargai orang lain) serta menghindari hal-hal yang merusak diri dan hubungan:
Jangan main judi, karena hal itu dapat merusak keuangan keluarga dan membawa kehancuran.
Dalam 1 Korintus 6:10 tertulis, permainan judi tidak akan mewarisi kerajaan Allah.
Jangan mabuk minuman keras seperti arak atau minuman beralkohol lainnya, karena dapat merusak akal sehat dan hubungan dengan orang tersayang.
Efesus 5:18 menyatakan, “Janganlah kamu mabuk karena minuman keras, yang menghasilkan kerusakan; tetapi penuhilah diri kamu dengan Roh Kudus.”
Setia pada satu wanita yang dicintai sampai mati, sebagai wujud penghormatan terhadap ajaran tentang pernikahan yang kudus.
Matius 19:6 mengatakan, “Jadi mereka tidak lagi dua, melainkan satu daging.
Maka apa yang telah disatukan Allah, janganlah manusia memisahkannya.”
Menghormati Ayah dan Ibu: Pondasi Sukses dan Rezeki Berlimpah.
Yang paling penting dari segala hal adalah menghormati kedua orang tua.
Ayah adalah tulang punggung keluarga yang menjadi pelindung dan contoh ketegasan, sedangkan Ibu adalah rumah tangga yang menjadi surga di telapak kaki kita.
Tanpa mereka, kita tidak akan ada dan tidak akan menjadi orang yang kita kenal sekarang.
Dalam Keluaran 20:12 tertulis, “Hormatilah Ayahmu dan Ibumu, supaya kamu panjang umur di bumi yang akan diberikan Tuhan, Allahmu kepadamu.”
Ajaran ini bukan hanya perintah, melainkan janji bahwa dengan menghormati orang tua, kita akan mendapatkan berkah dan rezeki yang berlimpah.
Kisah Para Rasul 10:34 juga mengingatkan bahwa Allah tidak melihat kedudukan sosial, melainkan melihat hati yang tulus, termasuk hati yang menghargai orang tua.
Kita harus selalu mengingat bahwa cinta pertama yang kita rasakan datang dari ayah dan ibu.
Mereka yang mengajarkan kita tentang kebaikan, kejujuran, dan cara menghadapi hidup.
Sukses yang kita capai hari ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan bimbingan kedua orang tua kita.
Sebagai kata penutup, hemat saya, bahwa : Tahun baru 2026 bukanlah awal yang baru tanpa beban, melainkan kesempatan untuk membawa kebaikan masa lalu dan memperbaiki kekurangan dengan hati yang penuh harapan.
Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mengikuti ajaran Tuhan, menjunjung etika, dan memuliakan Ayah serta Ibu.
Karena ketika hati kita tulus, iman kita kuat, dan cinta kita kepada keluarga tidak pudar, maka kehidupan kita akan penuh berkah dan makna yang sejati.
Dipersembahkan lagi dengan harapan agar tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua, di mana pun kita berada.


























