Kartu Sikka Sehat, Overlapping Dengan Program BPJS Kesehatan Dan KIS
Oleh : Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya Surabaya
Apa urgensinya program Kartu Sikka Sehat (KSS) padahal BPJS Kesehatan dan KIS sebagai program nasional yang wajib dipenuhi negara dalam upaya pemeliharaan kesehatan/medis warga negara telah dilaksanakan.
Pemerintah provinsi, kabupaten dan kota secara otomatis wajib melaksanakan program dimaksud.
Sehingga ketika membaca bahwa Romantis paket nomor 1 ini akan meneruskan program KSS adalah program yang tidak “populer” justru mengada-ada serta membebani APBD Sikka.
Apa ratio legis, program dari calon bupati wakil bupati Sikka nomor urut 1 ingin melanjutkan Kartu Sikka Sehat (KSS)?
Calon Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2024-2029, Robi Idong dan Martinus Wodon (Paket ROMANTIS) tetap akan melanjutkan program Kartu Sikka Sehat (KSS) bila menang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti.
Robi Idong mantan Bupati Sikka ini menjelaskan bahwa KSS merupakan kartu transisi untuk memberi perhatian kepada warga masyarakat yang belum memiliki kartu JKN-KIS (BPJS Kesehatan).
KSS adalah kartu transisi untuk masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan,” ujar Robi Idong.
Program yang ditawarkan Romastis tidak populer terkesan overproduktif.
Mengapa terkesan demikian karena kesehatan adalah hak bagi setiap warga masyarakat yang dilindungi oleh undang undang.
Negara atau Pemerintah (pusat) bertanggungjawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan/medik masyarakat melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
Keseriusan pemerintah dengan dibentuk
BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Jaminan kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yaitu jaminan yang diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas, dengan tujuan menjamin agar seluruh rakyat Indonesia memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.
Kehadiran BPJS Kesehantan memiliki peran sentral dalam mewujudkan sistem jaminan sosial nasional bidang kesehatan.
Oleh karena itu, apa relevansinya Romantis menawarkan program KSS kepada warga Sikka yang sejatinya program kesehatan secara nasional telah dilaksanakan.
Jangan menawarkan program yang overlapping dengan program BPJS Kesehatan dan KIS.
Jika warga Sikka sampai saat ini masih belum semuanya memiliki kartu BPJS Kesehatan dan KIS, maka kewajiban Pemkab Sikka berkoordinasi dengan Kementrian Sosial agar program BPJS Kesehatan merata untuk warga Sikka bukannya diadakan program KSS.
Seluruh kabupaten dan kota di Indonesia tidak ada program seperti yang ditawarkan paket Romantis yakni KSS karena aneh dan tidak realistis dan terkesan tumpang tindih.
Dan, anehnya lagi dikatakan KSS adalah program transisi jika warga yang belum memikili kartu BPJS Kesehatan dan KIS.
Harusnya masalah kesehatan adalah tanggung jawab negara, maka Pemkab Sikka berkoordinasi dengan instansi terkait di pusat agar hak warga atas pemenuhan kesehatan dan/ atau medis perorangan segera terlayani melalui program BPJS Kesehatan atau KIS.
Sehingga radah aneh KSS dikatakan program transisi.
Transisi ini timbul karena badan dan/atau pejabat tun Pemkab Sikka tidak proaktif dan serius mengurus program BPJS dan KIS yang sudah lama diberlakukan agar warga Sikka juga mendapat kartu BPJS Kesehatan dan KIS .
Jika sampai sekarang masih ada warga Sikka yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan atau KIS ini kategori penundaan berlarut (undue delate) bagian dari maladministrasi oleh oknum- oknum pejabat tun Pemkab Sikka.
Apalagi praktek KSS lima tahun kemarin terbukti sangat membebani keuangan RSUD Tc. Hillers dengan utang puluhan miliar dan sudah barang tentu APBD Sikka diplorotin untuk menutupi utang.
Walaupun utang tersebut dibayar oleh Kementrian Sosial.
Oleh karena itu, tawarkan program yang realistis, sederhana terutama menyangkut potensi sumber daya alam (SDA) Sikka yang melimpah dijadikan nilai ekonomi dan adanya penyerapan tenaga kerja lokal.
Apalagi calon bupati Sikka paket Romastis disebut “ahli PAD” sehingga banyak hal bisa dilakukan untuk kesejahteraan warga Sikka.
Asal janji- janjinya terealisasi agar warga Sikka tidak dikecewakan.
Semoga!
GELSONIELA _ PATROLINEWS86.COM
























