Indramayu – Patrolinews86.com – Terjadi Pembunuhan seorang perempuan Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, digegerkan dengan peristiwa dugaan pembunuhan pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban diketahui seorang wanita berinisial Hj Kom yang diperkirakan berusia 50 tahun. Hingga berita ini ditayangkan, kondisi dan keberadaan korban belum ditemukan.
Mendapat laporan dari pihak keluarga, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Parindungan Malau, S.I.K., M.Si., bersama Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bachar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi bersama tim Resmob dan Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti.
Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 08.30 hingga 09.00 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 06.30 WIB, korban diketahui mengantar anak bungsunya yang masih duduk di bangku SMP. Setelah itu, suami korban berangkat bekerja sekitar pukul 07.30 atau 08.00 WIB.
Seorang warga menyebutkan bahwa tetangga di belakang rumah korban sempat mendengar suara erangan seperti orang dicekik. Namun, warga tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti kebenaran informasi tersebut.
Pendapat serupa disampaikan Toni, warga Desa Kalianyar. Ia mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut secara detail. Namun, saat melintas di depan rumah korban pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, ia melihat sebuah mobil Avanza berwarna hitam terparkir di pinggir kali menghadap ke arah barat. Saat itu, ia tidak menyadari hal tersebut karena mengira mobil itu hanya sedang terparkir biasa.
Anggota Resmob Polres Indramayu, Aiptu Carita, yang dikonfirmasi di dekat lokasi kejadian menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui motif di balik peristiwa ini. Apakah dilatarbelakangi dendam atau murni perampokan, polisi belum dapat menyimpulkan karena tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Meski demikian, Kapolres dan Kasat Reskrim telah meninjau langsung ke TKP bersama tim Resmob dan Inafis.
Carita menjelaskan bahwa peristiwa ini baru diketahui oleh anak bungsu korban sepulang sekolah. Karena tidak melihat ibunya di rumah hingga sore hari, anak tersebut kemudian mendatangi rumah bibinya dan menghubungi teman korban di Karangampel. Setelah tidak ada respons, anak korban, bibinya, serta seorang tukang kunci akhirnya membuka pintu rumah.
Saat masuk, mereka mencium bau anyir darah. Setelah ditelusuri, ditemukan ceceran darah di kamar dan lantai rumah korban. Selain itu, mobil milik korban dilaporkan ikut hilang. Pihak kepolisian berkomitmen terus bekerja memburu para pelaku. Saat ini, Kasat Reskrim bersama tim berada di wilayah Gantar karena sinyal terakhir ponsel milik korban terdeteksi di sana. (Agus Sulist/Red)






















