Mantan Polisi Alvian Maulana Sinaga Di Vonis Seumur Hidup, Kasus Bunuh Kekasihnya di Tempat Kost

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Patrolinews86.com –   Sidang Kasus pembunuhan tragis yang menjerat mantan anggota Polri Alvian Maulana Sinaga (23), memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup dalam sidang di Pengadilan Negeri Indramayu, Selasa (21/4/2026).

Terdakwa Alvian Maulana Sinaga (23), mantan anggota Polri, didakwa membunuh kekasihnya, Putri Apriyani (24).

Alvian dituntut hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana terhadap korban.

Tuntutan dibacakan pada Selasa, 21 April 2026, sementara peristiwa pembunuhan terjadi pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Indramayu. Ketika kejadian pembunuhan terjadi di kamar kost korban di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu.

Tuntutan berat diajukan karena perbuatan terdakwa dinilai dilakukan secara sengaja dan terencana.

 

Selain itu, terdakwa juga mencoba menghilangkan barang bukti dengan membakar kasur di kamar kos, yang menyebabkan korban ikut terbakar. Status terdakwa yang saat itu masih aktif sebagai anggota Polri juga menjadi pertimbangan yang memberatkan.

Usai melakukan aksinya, terdakwa sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, menyampaikan apresiasinya terhadap tuntutan jaksa. Menurutnya, hukuman tersebut sudah sesuai dengan harapan keluarga korban.

“Perbuatannya sangat keji dan mencoreng institusi. Kami berharap majelis hakim menjatuhkan vonis sesuai tuntutan,” ujar Toni, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menambahkan, majelis hakim memiliki kewenangan menjatuhkan hukuman lebih berat, termasuk hukuman mati, mengingat ancaman maksimal dalam pasal pembunuhan berencana.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya melindungi masyarakat, namun justru melakukan tindakan kriminal berat. Kini, masyarakat menanti putusan akhir majelis hakim yang akan menentukan nasib terdakwa. (Agus Sulist)

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru