Di Hari Pahlawan Ketua Dewan Adat Nasional RI, Sampaikan Pesan Pemerintah Jangan Lupakan Peran Raja dan Sultan dalam Sejarah Kemerdekaan

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, Patrolinews86.com 10 November 2025 — Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional, Ketua Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI) sekaligus Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja (Syarif Maulana Pangeran Heru Arianatareja, S.Psi., M.H.), menyampaikan pesan mendalam kepada Pemerintah Republik Indonesia tentang pentingnya menghargai dan mengakui peran para raja dan sultan Nusantara dalam sejarah perjuangan serta sebagai bagian dari perintis kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sultan Sepuh menegaskan bahwa makna kepahlawanan tidak boleh hanya dibatasi pada masa menjelang kemerdekaan atau agresi militer Belanda, melainkan juga harus mencakup para leluhur, raja, dan tokoh kesultanan yang berabad-abad lebih awal telah berjuang mempertahankan kedaulatan dan kehormatan bangsa dari penjajahan, terutama sejak masa perlawanan terhadap VOC dan kolonialisme Eropa.

> “Harapan kami, yang dijadikan pahlawan nasional bukan hanya mereka yang berjuang pada era menjelang kemerdekaan saja, tetapi juga para pejuang dari kerajaan dan kesultanan yang lebih awal berkorban untuk mempertahankan Nusantara dari penjajahan VOC. Seperti Sunan Gunung Jati, Pangeran Jayakarta, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin Bugis, dan banyak lagi tokoh-tokoh kerajaan serta kesultanan yang berjuang jauh lebih awal. Mereka layak mendapat penghargaan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Sultan Sepuh.

 

Lebih lanjut, Sultan Sepuh menekankan bahwa para raja dan sultan merupakan bagian dari perintis kemerdekaan bangsa Indonesia.
Sebelum lahirnya pergerakan nasional dan jauh sebelum masa agresi militer Belanda, para raja dan sultan telah menjadi garda terdepan yang mengobarkan semangat perjuangan dan kebebasan.
Mereka memimpin perlawanan, mengorbankan kekuasaan, harta, bahkan nyawa demi tegaknya kedaulatan di tanah air tercinta.

> “Pahlawan sejati bukan hanya mereka yang gugur pada masa kemerdekaan, tetapi juga para leluhur kami yang berjuang lebih awal dan lebih lama — selama lebih dari 350 tahun melawan VOC dan kekuasaan asing. Mereka adalah bagian penting dari perintis kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya,” tegas Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja.

 

Menurut Sultan Sepuh, jati diri bangsa Indonesia berakar dari peradaban kerajaan dan kesultanan Nusantara, yang menjadi pondasi terbentuknya negara Indonesia modern.

> “Jati diri Indonesia adalah kerajaan dan kesultanan Nusantara. Itu jangan sampai dilupakan atau dihilangkan, karena secara hukum dan sejarah, status kerajaan serta kesultanan tidak pernah dibubarkan. Tidak ada satu pun undang-undang yang secara khusus menyatakan bahwa negara-negara awal berupa kerajaan dan kesultanan dihapuskan,” ujar Sultan Sepuh.

 

Sultan Sepuh juga menegaskan bahwa para raja dan sultan bukan hanya simbol budaya, tetapi juga penjaga warisan sejarah, moral bangsa, dan bagian dari perintis kemerdekaan yang patut dihormati serta dilibatkan dalam pembangunan karakter dan arah kebangsaan Indonesia.

> “Jati diri Indonesia ada di para raja dan sultan Nusantara. Itu yang harus diingat dan dihormati oleh Pemerintah Indonesia saat ini,” tutup beliau dengan penuh wibawa.

 

Rilis ini menjadi bagian dari komitmen Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI) untuk terus memperjuangkan pengakuan dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan kerajaan serta kesultanan di seluruh wilayah Nusantara sebagai bagian integral dari sejarah perjuangan dan perintisan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Humas Media Center
Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon
Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI)
Cirebon, Jawa Barat

IMG 20251110 WA0001

—(bie)

Berita Terkait

Bupati Dian Tekankan Peran Strategis Penyuluh KB.Kukuhkan Pengurus IPeKB Kuningan 2026–2030,
Cerita di Balik Candi Plaosan: Cinta yang Indah dari Dua Hal yang Berbeda.
Puncak Acara Festival Candi Kembar Plaosan Klaten Bawa Pesan Kerukunan dan Perdamaian Dunia. 
Pelantikan AMKI Sumsel Penuh Antusiasme, Tokoh Media dan Pejabat Hadir
Aktivis Anti Korupsi Cirebon Desak Pemkot Bangun GOR dan Lapangan Sepak Bola di Argasunya
Diskominfo Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Rapat Kordinasi Dorong KIM Perkuat Peran Informasi Publik Berbasis Masyarakat
Berita tentang adanya dugaan MBG Tidak disalurkan diduga di korup, inilah kata SPPG dan Yayasan 
Dedi Aryanto Kembali Pimpin HNSI Indramayu 2026–2031, HNSI Jadikan Rumah Besar Nelayan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WIB

Bupati Dian Tekankan Peran Strategis Penyuluh KB.Kukuhkan Pengurus IPeKB Kuningan 2026–2030,

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:36 WIB

Cerita di Balik Candi Plaosan: Cinta yang Indah dari Dua Hal yang Berbeda.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:25 WIB

Puncak Acara Festival Candi Kembar Plaosan Klaten Bawa Pesan Kerukunan dan Perdamaian Dunia. 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:04 WIB

Pelantikan AMKI Sumsel Penuh Antusiasme, Tokoh Media dan Pejabat Hadir

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Aktivis Anti Korupsi Cirebon Desak Pemkot Bangun GOR dan Lapangan Sepak Bola di Argasunya

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Datangnya Kematian Menjadi Pengingat Bagi Manusia

Senin, 25 Mei 2026 - 07:52 WIB

WARTA DESA

Bupati Dian Resmikan Kampung KB Sangga Buana Cijoho,

Senin, 25 Mei 2026 - 07:50 WIB

LINTAS DAERAH

Jangan Sampai Dunia Membutakan Hati dan Melalaikan Ibadah

Senin, 25 Mei 2026 - 07:45 WIB

eropa365 https://dadunation.it.com/