Jakarta,Patrolinews86.com-
Dalam semangat memperkuat silaturahmi dan kepedulian terhadap masyarakat adat di seluruh penjuru Nusantara, Pangeran Cirebon Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih Syarif Maulana Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., dari Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), berkolaborasi bersama Pangeran Cendana Ari Haryo Wibowo atau yang lebih dikenal dengan Ari Sigit Senin,(27/10).
Pertemuan kedua tokoh ini menjadi simbol sinergi antara dua garis keturunan bangsawan Nusantara — dari jalur Kesultanan Cirebon dan Keluarga Cendana — yang memiliki visi dan kepedulian yang sama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat adat serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya bangsa.
“Kolaborasi ini bukan hanya bentuk persaudaraan antar bangsawan, tetapi juga panggilan hati untuk menjaga dan memajukan masyarakat adat yang merupakan akar budaya dan identitas bangsa Indonesia,” ujar Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja.
Kolaborasi ini menandai sinergi antara dua tokoh berpengaruh dari latar belakang budaya dan sejarah yang berbeda, namun memiliki visi yang sama dalam melestarikan dan memberdayakan masyarakat adat. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat adat, serta memperkuat identitas budaya bangsa Indonesia.
Keduanya menilai, masyarakat adat memiliki peran strategis dalam menjaga kearifan lokal, kelestarian lingkungan, serta nilai moral bangsa. Dalam konteks Indonesia modern, peran adat dan budaya tidak boleh dikesampingkan, melainkan harus menjadi fondasi dalam pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkepribadian.
Pertemuan tersebut juga membahas rencana sinergi di bidang sosial, ekonomi kerakyatan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat adat, termasuk inisiatif membangun program bantuan dan pengembangan komunitas adat di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat adat untuk tumbuh secara mandiri tanpa kehilangan jati diri budaya mereka.
“Sudah saatnya tokoh adat, bangsawan, dan generasi penerus bergandeng tangan. Masyarakat adat bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga kunci masa depan bangsa,” tegas Ari Haryo Wibowo (Ari Sigit).
Selain memperkuat komitmen sosial, kolaborasi antara Pangeran Cirebon dan Pangeran Cendana juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada budaya Nusantara — nilai yang menjunjung tinggi kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja menyampaikan bahwa kolaborasi lintas keturunan bangsawan ini merupakan bagian dari langkah besar untuk mengonsolidasikan jaringan masyarakat adat dan lembaga budaya di seluruh Indonesia melalui Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI).
“Kita ingin memastikan masyarakat adat mendapatkan perhatian yang layak, hak-hak mereka terlindungi, dan tradisi luhur mereka tetap hidup sebagai bagian dari kekayaan bangsa,” ungkap Sultan Sepuh.
Langkah ini disambut positif oleh berbagai tokoh adat dan budaya yang melihat kerja sama tersebut sebagai momentum kebangkitan peran masyarakat adat di tingkat nasional.
Dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa, Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon dan DAN-RI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, menjaga warisan leluhur, serta memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.

️ Humas Media Center Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon
Cinta Budaya • Jaga Adat • Satukan Nusantara(bie)
























