Masyarakat Harus Kritis Dalam Pengawasan Pengelolaan Anggaran Negara

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Patrolinews86.com-
Pengawasan dan peran aktif masyarakat terhadap pengelolaan anggaran negara adalah upaya partisipatif dalam rangka memantau penggunaan dana publik, untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan mencegah penyalahgunaan, yang dilakukan melalui partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan dugaan penyimpangan ke pihak berwenang Minggu,(5/10).

Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan kesejahteraan, karena anggaran yang diawasi masyarakat cenderung lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Peran dan Manfaat Pengawasan Masyarakat tentunya akan
Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas karena Pengawasan masyarakat memberikan tekanan pada pemerintah dan aparat desa untuk terbuka dalam pengelolaan keuangan, sehingga penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Dengan memastikan anggaran digunakan sesuai tujuan dan tepat sasaran. Pengawasan masyarakat berkontribusi pada tercapainya target pembangunan, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan daya beli.

Pencegahan Korupsi: Partisipasi aktif masyarakat dalam memantau dan melaporkan penyimpangan dapat mencegah oknum tertentu melakukan korupsi, manipulasi, atau penyelewengan dana.
Penyelarasan Program dengan Kebutuhan Lokal. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, terutama dalam program pemberdayaan, memastikan program disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas lokal.

Mekanisme Pengawasan oleh Masyarakat bentuk
Partisipasi dalam Perencanaan dan Pelaporan: Masyarakat dapat dilibatkan dalam proses perencanaan hingga evaluasi program dan diminta untuk mengakses laporan keuangan yang tersedia.
Memantau dan Melaporkan Dugaan Penyimpangan.

Masyarakat memiliki hak untuk meminta penjelasan dan melaporkan jika menemukan adanya dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan dana kepada perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), atau aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menggunakan Saluran Hukum: Masyarakat dapat menggunakan upaya hukum berdasarkan undang-undang keterbukaan informasi publik untuk mendapatkan akses informasi yang lebih luas terkait pengelolaan anggaran.
Memanfaatkan Teknologi Informasi: Teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan transparansi dan akses masyarakat terhadap informasi anggaran.

Contoh Implementasi
Dana Desa: Masyarakat desa memiliki hak untuk mengawasi perencanaan dan penggunaan Dana Desa, serta meminta laporan keuangan dan mengawasi kualitas proyek.(Red)

Berita Terkait

Dugaan kasus Dana UPK / BUMDESMA Sindangagung Kuningan Tetapkan 3 Tersangka kerugian mencapai Rp1,1 Miliar
Akhirnya Penyelidikan Terkait Pencurian Beras Bantuan Pangan Di Desa Ambit Mulai Ada Titik Terang Dan Muncul Terduga Para Pelakunya
Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Dugaan kasus Dana UPK / BUMDESMA Sindangagung Kuningan Tetapkan 3 Tersangka kerugian mencapai Rp1,1 Miliar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Berita Terbaru