Poto ilustrasi ayam petelor
Kuningan patrolinews86.com – Tujuan “ketahanan pangan 20%” mengacu pada alokasi minimal 20% dari Dana Desa (DD) tahun 2025 yang wajib digunakan untuk program ketahanan pangan nasional. Dana desa ini digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan, dan perikanan di tingkat desa, mendukung ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa agar masyarakat memiliki akses yang cukup, aman, dan bergizi terhadap pangan.
Sementara Tujuan Utama Penggunaan Dana Desa 20% untuk Ketahanan Pangan harapan dari pemerintah bisa meningkatkan Produktivitas dan Ketersediaan Pangan . Menggunakan dana desa buat ketahanan pangan tidak mesti kepada pengadaan ayam tetapi bisa juga untuk pengadaan bibit ikan, pembangunan kolam perikanan, perbaikan irigasi, dan pengadaan alat produksi pertanian. Termasuk Memastikan Akses dan Ketersediaan Pangan Membangun lumbung pangan desa dan mengembangkan BUMDes yang mengelola produk hasil pertanian untuk memastikan masyarakat desa memiliki akses pangan yang cukup.
- Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Desa: Mengelola dana ketahanan pangan melalui BUMDes atau lembaga ekonomi lain untuk menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat.
- Mencapai Swasembada Pangan Desa: Mendorong desa untuk mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sehingga menjadi lebih mandiri.
- Mendukung Program Pemerintah Lebih Luas: Membantu mencapai tujuan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan yang menjadi program pemerintah pusat.
- Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Memastikan desa dapat menjadi pemasok bahan baku berkualitas untuk program makan bergizi gratis bagi anak-anak.
- Perencanaan dan Pelaksanaan: Pemerintah desa dan masyarakat akan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
- Pengelolaan Dana: Dana dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau lembaga ekonomi masyarakat lainnya, mengacu pada Peraturan Menteri Desa (Permendes): Kebijakan ini diatur dalam Permendes No. 2 Tahun 2024.























