Dampak meninggalnya Janin bumil di RS LINGGAJATI,  Bupati Kuningan  akan memberhentikan sementara dirut RS 

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan patrolinews86.com – Ramainya pemberitaan yang terkait dengan Kasus bumil yang anaknya sampai  meninggal dunia akibat dugaan kurangnya penanganan dari RSUD Linggajati  diduga karena memakai pembayaran BPJS

Kuningan patrolinews85.com – Kasus kematian janin bumil yang berada di RSUD Linggajati Kuningan yang sempat piral kasus kematian janin pasien atas nama Ny. IR pada 16 Juni 2025, Pemkab Kuningan memutuskan untuk menonaktifkan sementara Direktur RSUD Linggajati yang bernama  Edi Syarif.

Keputusan penonaktifan Direktur RSUD Linggajati selama proses investigasi berlangsung tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, disampingi Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Pj. Sekda Beni Prihayatno, Komisi IV DPRD, Kepala Dinas Kesehatan H. Edi Martono, pihak BKPSDM, Ketua IDI, IDAI Kuningan, dan lainnya, dihadapan sejumlah awak media dalam pertemuan resmi yang digelar di Ruang Rapat Linggarjati gedung bekas kantor setda dulu Kamis (17/7/2025).

 

Bupati dalam jumpa pers nya depan puluhan awak media juga menyampaikan dan merasakan duka cita atas kejadian tersebut dan menyampaikan bela sungkawa serta simpati yang mendalam kepada keluarga pasien. Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Rumah Sakit Umum Daerah akan terus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga pasien,” ungkap bupati

Bupati Dian juga mengutarakan, paska terjadinya peristiwa tersebut Pemkab Kuningan langsung menindak lanjuti dengan mengambil langkah-langkah diantaranya, RSUD Linggajati telah melakukan Audit Maternal Perinatal Internal juga Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah melakukan pembahasan hasil audit kematian perinatal di RSUD Linggajati bersama berbagai elemen yang terkait, yaitu Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Koordinator Wilayah V, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kuningan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kuningan. Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Kabag Hukum Setda Kabupaten Kuningan, Biro Hukum, Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI Cabang Kuningan, dan Dewan Pengawas RSUD Linggajati.

Dijelaskan Dian, tim tersebut menilai bahwa perlu dilakukan investigasi lebih lanjut atas kematian mendadak pada janin pasien atas nama Ny. IR. Untuk itu, Dinas Kesehatan akan meminta bantuan Majelis Disiplin Profesi sebagai tim independen yang akan melakukan investigasi. Hasil investigasi ini akan menilai kejadian secara utuh dari sisi medis maupun manajerial.

“Guna menjaga netralitas dan independensi Majelis Disiplin Profesi, serta memberikan ruang penuh kepada tim untuk melakukan investigasi, kami memutuskan untuk menonaktifkan sementara Direktur RSUD Linggajati sampai proses investigasi selesai, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” jelasnya.

Permohonan maaf pun disampaikan Dian, atas kejadian yang telah membuat resah masyarakat tersebut, serta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di RSUD Linggajati. Dan menurutnya, kejadian itu menjadi pelajaran berharga bagi RSUD Linggajati, juga pemerintah daerah dalam peningkatan pelayanan di semua bidang.

Ditempat yang sama  kepala dinas kesehatan kabupaten Kuningan Edi Martono ketika ditanya bagaimana langkah pemerintah daerah  tentang adanya dugaan bahwa semua permasalahan terjadi karena pasien memakai kartu BPJS sehingga penanganan pasien diduga dilalaikan  akankah akan terulang kembali masyarakat memakai kartu BPJS dilalaikan atau ada langkah lain ..? Jawabnya saya sudah sarankan seperti apa kata bupati dian bahwa pelayanan masyarakat harus di tingkatkan, ucapnya sambil bergegas pergi.

 

 

Seperti diberitakan awal oleh tim media patrolinews86.com – Heboh dan Piral dikalangan  masyarakat, hal itu setelah adanya kasus seorang  ibu hamil ( Bumil ) yang mau melahirkan dan dibawa ke RSUD Linggarjati Kuningan namun disana diduga ditelantarkan akibat memakai kartu BPJS .

Seperti diceritakan suami korban yang merasa  kecewa dan sangat menyesal harapannya ingin memiliki anak malah kandas dan berujung dengan kematian akibat dari kelalaian pelayanan di RSUD Linggajati Kuningan.
Anehnya lagi kejadian yang menghebohkan ini  Dokter EDI selaku Direktur RSU Linggajati malah terkesan tutup mata dan mengakui tidak mengetahui kejadian yang kini ramai diperbincangkan ini.
” jujur saya baru tahu peristiwa ini dari wartawan saat dikonfirmasi sekarang ini. Heran saya , kok petugas di UGD sampai sekarang belum laporan ke saya ? ” , ucap Dokter EDI sebagai Direktur RSU Linggajati dengan mimik muka kaget dan terlihat gusar .
Diceritakan andi suami korban kejadian, berawal saat ibu Irmawati ( istri) sudah pecah air ketuban di bawa ke IGD RSU Linggajati oleh suami di antar bersama keluarganya. ANDI suami dari ibu IRMAWATI warga desa Gandasoli kecamatan Kramatmulya , kabupaten Kuningan Jabar itu kini dirinya kecewa karena terkesan pelayanan lamban dan melakukan pembiaran  dalam penanganan terhadap istrinya yang pada akhirnya anaknya meninggal dalam perut ibu kandung, padahal  seharusnya menurut dia cepat dilakukan pelayanan baik sesar ataupun yang lainnya agar bisa diantisipasi .  Pada saat itu  ” istri saya dari ruang IGD di bawa ke ruang rawat inap , padahal air ketuban di ruang IGD sudah banyak , bahkan oleh OB di pel , karena baru esok harinya kemudian dilakukan sesar , namun si bayi sudah meninggal di dalam perut istri saya ” , jelas ANDI dengan nada sedih.
Pelayanan yang buruk di RSUD Linggajati akhirnya Andi minta keadilan dan masyarakat mengira akibat memakai  BPJS  pelayanan pada warga di RSUD Linggajati dinilai buruk dan kurang baik.

Dari kejadian itu akhirnya piral dak kini dalam penanganan pihak penegak hukum, sementara direktur RSUD Linggajati akhirnya di berhentikan sementara seperti apa yang disampaikan Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar dalam jumpa pers dengan puluhan wartawan ..

IMG 20250717 102104 052 scaled

Lip ds

Berita Terkait

Pelantikan Enam Camat dan Mutasi Pejabat Diduga Ada Indikasi Titipan dan Transaksional
Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Berita Terbaru

Uncategorized

Casino non AAMS in Italia – vantaggi e svantaggi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB

Uncategorized

Fortune Tiger slot de cassino

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB

Uncategorized

Top 10 Casinos en Ligne (2026) – Sites Fiables & Légaux

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB