Kuningan patrolinews86.com – Ramainya pemberitaan yang terkait dengan Kasus bumil yang anaknya sampai meninggal dunia akibat dugaan kurangnya penanganan dari RSUD Linggajati diduga karena memakai pembayaran BPJS
Kuningan patrolinews85.com – Kasus kematian janin bumil yang berada di RSUD Linggajati Kuningan yang sempat piral kasus kematian janin pasien atas nama Ny. IR pada 16 Juni 2025, Pemkab Kuningan memutuskan untuk menonaktifkan sementara Direktur RSUD Linggajati yang bernama Edi Syarif.
Keputusan penonaktifan Direktur RSUD Linggajati selama proses investigasi berlangsung tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, disampingi Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Pj. Sekda Beni Prihayatno, Komisi IV DPRD, Kepala Dinas Kesehatan H. Edi Martono, pihak BKPSDM, Ketua IDI, IDAI Kuningan, dan lainnya, dihadapan sejumlah awak media dalam pertemuan resmi yang digelar di Ruang Rapat Linggarjati gedung bekas kantor setda dulu Kamis (17/7/2025).
Bupati dalam jumpa pers nya depan puluhan awak media juga menyampaikan dan merasakan duka cita atas kejadian tersebut dan menyampaikan bela sungkawa serta simpati yang mendalam kepada keluarga pasien. Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Rumah Sakit Umum Daerah akan terus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga pasien,” ungkap bupati
Bupati Dian juga mengutarakan, paska terjadinya peristiwa tersebut Pemkab Kuningan langsung menindak lanjuti dengan mengambil langkah-langkah diantaranya, RSUD Linggajati telah melakukan Audit Maternal Perinatal Internal juga Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah melakukan pembahasan hasil audit kematian perinatal di RSUD Linggajati bersama berbagai elemen yang terkait, yaitu Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Koordinator Wilayah V, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kuningan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kuningan. Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Kabag Hukum Setda Kabupaten Kuningan, Biro Hukum, Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI Cabang Kuningan, dan Dewan Pengawas RSUD Linggajati.
Dijelaskan Dian, tim tersebut menilai bahwa perlu dilakukan investigasi lebih lanjut atas kematian mendadak pada janin pasien atas nama Ny. IR. Untuk itu, Dinas Kesehatan akan meminta bantuan Majelis Disiplin Profesi sebagai tim independen yang akan melakukan investigasi. Hasil investigasi ini akan menilai kejadian secara utuh dari sisi medis maupun manajerial.
“Guna menjaga netralitas dan independensi Majelis Disiplin Profesi, serta memberikan ruang penuh kepada tim untuk melakukan investigasi, kami memutuskan untuk menonaktifkan sementara Direktur RSUD Linggajati sampai proses investigasi selesai, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” jelasnya.
Permohonan maaf pun disampaikan Dian, atas kejadian yang telah membuat resah masyarakat tersebut, serta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di RSUD Linggajati. Dan menurutnya, kejadian itu menjadi pelajaran berharga bagi RSUD Linggajati, juga pemerintah daerah dalam peningkatan pelayanan di semua bidang.
Ditempat yang sama kepala dinas kesehatan kabupaten Kuningan Edi Martono ketika ditanya bagaimana langkah pemerintah daerah tentang adanya dugaan bahwa semua permasalahan terjadi karena pasien memakai kartu BPJS sehingga penanganan pasien diduga dilalaikan akankah akan terulang kembali masyarakat memakai kartu BPJS dilalaikan atau ada langkah lain ..? Jawabnya saya sudah sarankan seperti apa kata bupati dian bahwa pelayanan masyarakat harus di tingkatkan, ucapnya sambil bergegas pergi.
Seperti diberitakan awal oleh tim media patrolinews86.com – Heboh dan Piral dikalangan masyarakat, hal itu setelah adanya kasus seorang ibu hamil ( Bumil ) yang mau melahirkan dan dibawa ke RSUD Linggarjati Kuningan namun disana diduga ditelantarkan akibat memakai kartu BPJS .
Dari kejadian itu akhirnya piral dak kini dalam penanganan pihak penegak hukum, sementara direktur RSUD Linggajati akhirnya di berhentikan sementara seperti apa yang disampaikan Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar dalam jumpa pers dengan puluhan wartawan ..

Lip ds
























