Direktur CV Lembata Jaya Ditahan Jaksa, Diduga Korupsi Rp 2,5 Miliar.

Rabu, 18 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur CV Lembata Jaya Ditahan Jaksa, Diduga Korupsi Rp 2,5 Miliar.

PATROLINEWS86.COM – LEWOLEBA, NTT.
Detik_detik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata, Provinsi NTT, resmi menahan Direktur CV Lembata Jaya : Lely Yumina alias Acy Leli terkait dugaan korupsi proyek peningkatan jalan senilai Rp 2,5 miliar, Selasa, 17/09/2024.

Jaksa sebelumnya menetapkan Aci Leli sebagai tersangka dalam kasus peningkatan Jalan Simpang Lerahinga-Banitobu yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lembata tahun 2022, dengan nilai proyek mencapai Rp 5,6 miliar.

Kepala Kejari Lembata, Yupiter Selan, mengungkapkan Lely Yumina Lay atau Aci Leli telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Tersangka sudah dibawa penyidik kejaksaan ke Rumah Tahanan Lapas Lembata, ucapnya dikutip dari rilis yang diterima PATROLINEWS86.COM.

Setelah diperiksa, tersangka langsung ditahan penyidik Tipidsus Kejari Lembata dan diantar menggunakan mobil tahanan menuju Lapas Lembata.

Lanjutnya, dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan simpang Lerahinga-Banitubo tahun 2022 senilai Rp 5,6 miliar, kerugian keuangan negara mencapai Rp 2.591.974.000,00 (Rp 2,5 miliar).

Dalam perkara ini, tersangka diduga melanggar pasal pokok: Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, saat ditetapkan sebagai tersangka pada 08/09/2024 lalu, suami Aci Lely, Wilhelmus Wilianto telah mengembalikan uang negara Rp 1 miliar.

Uang titipan pengembalian kerugian negara itu telah diterima Kejari Lembata.
Wilhelmus datang bersama kuasa hukum Aci leli, Fransiskus Tulung.

GELSON _ PATROLINEWS86.COM

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru