MKKS SMP Klaten Gelar Seminar Pencegahan Bullying di Sekolah.

Kamis, 8 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Klaten – Patrolinews86.com. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Klaten menggelar seminar pencegahan bullying di lingkungan sekolah, Kamis (08/09/2022). Seminar yang digelar di Pendapa Ageng Kabupaten Klaten ini diikuti pendidik tingkat SMP se-Kabupaten Klaten.

Ketua MKKS SMP Klaten, Kamidi mengatakan seminar ini diikuti kepala dan wakil kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan pendidik tingkat SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pendidik terkait perilaku bullying atau perundungan khususnya di lingkungan sekolah.

“Tujuan kegiatannya pendidik menjadi paham apa dan bagaimana perilaku bullying terjadi sehingga bisa melakukan pencegahan,” paparnya saat memberikan sambutan.

Menurutnya kegiatan ini digelar karena keprihatinan MKKS SMP Kabupaten Klaten karena munculnya perilaku perundungan di kalangan siswa setelah pembelajaran tatap muka kembali dimulai usai pandemi Covid-19. Di sisi lain, siswa yang menjadi pelaku dan korban justru tidak memahami perilaku yang dilakukan merupakan perundungan.

“Pembelajaran kembali ke tatap muka setelah Covid.  Namun ada pola pikir dan ganjil, yaitu muncul perundungan, tetapi siswa pelaku tidak paham dan tidak merasa bahwa perbuatannya merupakan pelanggaran hukum. Sebagai insan pendidik, ada peran untuk menjamin hak siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wikan Putri Larasati, pakar psikologi pendidikan yang menjadi narasumber dalam seminar pencegahan bullying di lingkungan sekolah, menyampaikan bullying tindak kekerasan/agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh yang memiliki kelebihan kepada orang lain, serta dilakukan berulang. Bentuknya perundungan secara fisik, verbal, dan relasional hingga menyebabkan penyebaran rumor negatif, mengabaikan, mengisolasi, seseorang dalam kelompok.

“Di era digital saat ini ditambah dengan cyber bullying yang biasa dilakukan dalam platform komunikasi digital. Fenomena lain berupa vertical bullying, bentuk perundungan yang dilakukan senior kepada junior,” terangnya.

Terkait penyebab perilaku bullying, ia menjelaskan perundungan merupakan fenomena puncak gunung es. Sehingga perlu menjadi catatan pendidik bahwa perilaku yang diperlihatkan oleh siswa pelaku bullying hanya sisi yang tampak saja. Sementara yang harus diperhatikan adalah penyebab perilaku tersebut, yaitu antara lain kurang empati, keinginan untuk balas dendam karena pernah menjadi korban, meniru perilaku kekerasan, gangguan psikologis, hingga kebutuhan emosional tidak terpenuhi.

“Yang paling banyak karena kebutuhan emosional tidak terpenuhi. Tidak ada anak atau siswa yang terlahir menjadi pelaku bullying. Perilaku bullying ibarat fenomena gunung es, yang tampak hanya perilaku agresif. Sebagai pendidik, sering kali kita lupa apa yang kosong dari siswa tersebut, padahal yang dibutuhkan adalah mencari tahu apa yang dibutuhkan siswa,” paparnya.

Wikan menambahkan hukuman kepada siswa pelaku bullying bukan merupakan solusi atau penyelesaian masalah. Justru hukuman akan membawa dampak negatif dan tidak memunculkan self dicipline. Adapun penyelesaian masalah harus fokus pada solusi. Selain itu, pendidik juga harus berkomunikasi dengan orangtua atau wali siswa untuk mendiskusikan solusi terbaik.

“Pendidik harus mengidentifikasi masalah terlebih dahulu, karena masalah berbeda solusi yang dibutuhkan pun berbeda. Pun harus diperhatikan konsekuensi dengan perbuatan pelaku harus sesusai dan jangan sampai timpang. Misal bullying berupa perusakan barang milik korban, jangan konsekuensi yang diberikan berupa hukuman fisik, tapi harus yang sesuasi seperti penggantian barang atau sejenisnya,” pungkasnya. (R.Budiharjo/Kominfo Klaten)

Berita Terkait

Musim Penghujan Tak Surutkan Semangat Siswa Siswa SDN 3 Way Terusan Tetap Antusias Ikuti Ujian Sekolah
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah
20 Pejabat Fungsional dilantik dan penugasan kepada 238 Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang
SMKN 1 Krangkeng Adakan Acara Pisah Lepas Siswa/I Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026
SOSIALISASI SPMB SMA DAN SMK NEGERI TAHUN AJARAN 2026/2027 DI KCD Pendidikan Prov Jabar Wil X
SDN 31 Lahat berhasil memborong sejumlah piala dan gelar juara pada Lomba Marching Band tingkat SD/MI Dalam Rangka Perayaan HUT Lahat ke-157
SMKN 1 Cimahi menggelar Kompetisi Kecerdasan AI bersama Samsung dan Open House inovasi siswa
SMAN I Majalengka menjadi percontohan sekolah Maung dan langsung ditinjau oleh komisi V DPRD Prov Jawa barat 

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:27 WIB

Musim Penghujan Tak Surutkan Semangat Siswa Siswa SDN 3 Way Terusan Tetap Antusias Ikuti Ujian Sekolah

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:51 WIB

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:03 WIB

20 Pejabat Fungsional dilantik dan penugasan kepada 238 Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:12 WIB

SMKN 1 Krangkeng Adakan Acara Pisah Lepas Siswa/I Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:40 WIB

SOSIALISASI SPMB SMA DAN SMK NEGERI TAHUN AJARAN 2026/2027 DI KCD Pendidikan Prov Jabar Wil X

Berita Terbaru

eropa365 https://dadunation.it.com/