Halangi Tugas Jurnalis, Kuasa Hukum PPWI: Polres Lamtim & Polda Lampung diduga Melanggar UU Pers

Minggu, 20 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta,Patrolinews86.com – Penganiayaan beberapa jurnalis yang terjadi pada saat penangkapan Alumni Lemhannas Wilson Lalengke di Polda Lampung pada Sabtu (12/3/2022) diduga melanggar Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Advokat PPWI mengatakan, jurnalis yang meliput penangkapan Wilson Lalengke yang sedang melakukan tugas jurnalistik namun turut ditangkap dan ditahan di Polda Lampung. “Pengakuan dari salah satu korban yang juga anggota PPWI mengatakan, ia ditonjok (dipukul) mukanya hingga luka,” katanya menirukan pengakuan korban, pada Minggu (20/3/2022).

IMG 20220320 WA0100

Jurnalis yang mengalami penyiksaan itu mengatakan tidak bisa visum karena harus ada pengantar dari pihak kepolisian. “Melaporkan ke polisi tidak bisa karena yang melakukan adalah oknum (polisi) juga,” lanjutnya.

Dikutip dari Pasal 18 ayat (1) Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers menyatakan; setiap orang yang menghambat atau menghalangi tugas jurnalistik bisa dipidana maksimal 2 tahun dan atau denda maksimal Rp500 juta.

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah),” demikian bunyi pasal itu.

Sedangkan Pasal 4 berbunyi
– (1) Kemerdekaan Pers dijamin sebagai hak asasi warga negara
– (2) Terhadap Pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran.
– (3) Untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
– (4) Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak. (As/red)

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru

Uncategorized

Casino non AAMS in Italia – vantaggi e svantaggi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB

Uncategorized

Fortune Tiger slot de cassino

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB

Uncategorized

Top 10 Casinos en Ligne (2026) – Sites Fiables & Légaux

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB