“Misalnya yang ditangkap Polisi sudah banyak, dan biasanya kami dijadikan saksi ahli ketika Polisi menangkap produk-produk, atau obat-obat yang disebut obat keras. Artinya obat-obat yang disalahgunakan, karena efeknya seperti narkoba,” pungkasnya.
Sementara itu, Dewi Aryani meminta kepada pihak yang berwenang untuk memantau toko-toko obat dan apotik secara berkala. Karena, pihaknya mengaku sering mendapat laporan.
“Kemasannya sama, isinya sama tapi ternyata palsu. Nah ini yang perlu dihindari, karena Brebes ini menjadi kabupaten lintasan antar provinsi, jadi rawan,” tuturnya.
Dewi Aryani memastikan, yang dari arah Jawa Barat, maupun dari arah DKI (Jakarta) itu melewati jalur Brebes. Baik wilayah pantura maupun wilayah selatan.
“Maka, Brebes harus meningkatkan kewaspadaan, keamanan, ketertiban dan melibatkan semua pihak,” pungkasnya. (Biro Brebes Susi)
























