Sedangkan Kepala Ruang Fisioterapi RSUD Bagas Waras Klaten, Sri Yunanto, Sfis, Ftr yang hadir sebagai narasumber menyatakan, kreativitas mahasiswa Unwidha dalam menemukan Argis sangat luar biasa dan menjadi prestasi bagi Unwidha Klaten. Alat Argis ini bisa dikembangkan menjadi alat medis di Indonesia untuk menangani cidera lutut dengan harga yang lebih murah.
Kasus Kecelakaan
Sementara itu Ketua Tim Pengembang Argis 2.0 Unwidha Klaten, Syaiful Ari Hangga Hidayah dari mahasiswa Program Studi Teknik Elektro S1 Angkatan 2018 mengatakan, alat Argis ini sudah mengalami dua kali pengembangan. Untuk pertama diberi nama Argis dan pengembangan kedua diberi nama Argis 2.0.
Dijelaskan, pertama kali digagas tim yang diketuai Warsat Resti Arbi Nugrioho (Prodi Elktronika 2017) dan beranggotakan Laras Ayu Kumalasari (Pendidikan Bahasa Inggris 2017) dan Syaiful Ari Hangga Hidayah (Teknik Elektro 2018).
Menurutnya, awal mula terciptanya alat ini berlatar belakang dari pengalaman pribadi Ketua Tim Argis yaitu Warsat Resti Arbi Nugroho yang sempat mengalami kasus kecelakaan dan mengalami fraktur lutut. Dari latar belakang tersebut munculah ide menciptakan alat rehabilitasi fraktur lutut yang membantu mempercepat penyembuhan.
Komponen Argis yang pertama ini masing-masing Arduino Nano, LCD 2×16 Character, Motor Stepper, Baterai 18650 (4 buah) dan Push Button (Saklar).
Argis 2.0
Syaiful Ari Hangga Hidayah mengatakan, sedangkan Argis 2.0 adalah pengembangan dari Argis yang mengabungkan kecangihan IOT di dalam pengoperasiannya sehingga memberikan kemudahan pada pengguna untuk mengoperasikan alat rehabilitasi tersebut.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























