Kabupaten Cirebon ptrolinews’86.com – Kurikulum bukan suatu dokumen yang statis, melainkan dinamis, karena selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Di dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, tidak ada kewajiban bagi sekolah untuk menerapkannya, tetapi menjadi sebuah pilihan yang bisa ditetapkan dengan keputusan bersama.
Kata kepala sekolah Sekolah Menengah Pertaman Negri (SMPN) 1 Ciwaringin H Kartiwan SPd MM, kepada media diruang kerjanya, Kamis (17/11/2022) saat memaparkan implementasi kurikulum merdeka belajar dilingkungan wilayah kerjanya.
” Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.” kata H Kartiwan.
Karena menurutnya dalam hal ini. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dan Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dan dikatakannya. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. ” Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.” ungkapnya.
Dalam projek penguatan profil pelajar pancasila. Menurutnya, pihaknya sudah melakakukannya satu diantara anak-anak belajar berwirausaha dengan menggelar bazar dilingkungan sekolah dengan berbagai menu makanan dan jajanan kearifan lokal. Dan Alkhamdulillah hasilnya cukup memuaskan, terlihat anak-anak sangat antusias sekali.
Dan dikatakannya. Dalam hal ini peserta didik berkesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan tersebut
meskipun mereka belum mempelajarinya dalam intrakurikuler. Bahkan, projek yang mereka lakukan dapat menjadi pengetahuan awal yang mendorong mereka lebih siap untuk mempelajarinya lebih jauh dalam intrakurikuler.
Dan terkahir. Untuk peserta didik kami arahkan sampai pada kopetensi dan karakter yang terdapat dalam profil pelajar Pancasila, perlu penguatan selain di intrakkhlikuler, ektrakulikuler dan program lainnya.” pungkasnya. *(Agustian)*
























