Selain Gekbrong,Banyak Puskesmas Di Cuanjur Yang Bermasalah Dengan Jasa Pelayanan

Jumat, 22 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur,patrolinews86.com.-KETIKA kasus dugaan korupsi dana kapitasi Puskesmas Gekbrong tahun 2022 masih dalam tahap penyidikan Polres Cianjur alias belum tuntas, kini muncul fakta baru terkait adanya 18 puskesmas lainnya yang juga bermasalah dengan dana kapitasi untuk jasa pelayanan. Benarkah?
Ya, fakta tersebut diungkap Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan. Ia menyebutkan, fakta tersebut terlihat dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, atas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur Tahun 2020.

Ini bukti bahwa persoalan jasa pelayanan di Cianjur ini bermasalah dan wajib diusut tuntas. Ketika kasus di Puskesmas Gekbrong lagi ditangani kepolisian, masalah lain terungkap,” ujarnya saat dihubungi patrolinews86, Jumat (22/04/2022)

Anton memaparkan, berdasarkan LHP BPK 2020, diketahui terdapat realisasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan pada 18 puskesmas di bawah 60% alias tidak sesuai dengan ketentuan. Alhasil, belanja jasa pelayanan kesehatam yang belum dibayarkan kepada tenaga kesehatan di 18 puskesmas senilai Rp1.201.338.969,40.
“Ini ada apa ? Itu kan persoalan hak para tenaga kesehatan, kenapa tidak dibelanjakan sesuai ketentuan ? Dalam LHP BPK disebutkan, semua itu diakibatkan oleh tidak cermatnya kepala puskesmas. Kurang cermat atau ada pesanan?” tandasnya.

Anton menyebutkan, sebanyak 18 puskesmas tersebut antara lain Puskesmas Agrabinta, Leles, Muka, Naringgul, Sukamahi, Sukaresmi, Cikondang, Pasirkuda, Bojongpicung, Sukanagalih, Cijedil, Pacet, Takokak, Cijagang, Cipanas, Cugenang, Ciherang dan Gunungbitung.
“Kali ini kami hanya menyebutkan nama puskesmasnya saja, Berikutnya akan kami ungkap dugaan penyimpangannya,” ungkapnya.

Untuk menanggapi permasalahan tersebut, awak media mencoba mengkomfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Irvan Nur Fauzi. Namun hingga berita ini diturunkan masih belum ada tanggapan.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Cianjur, Yusman Faisal mengaku tidak bisa berkomentar banyak karena dirinya belum lama bertugas di Dinkes Cianjur.

“Soal kasus Puskesmas Gekbrong saya belum bisa berkomentar karena menunggu hasil dari kepolisian. Sementara untuk yang 18 kecamatan, saya juga tidak bisa ngomong karena baru bertugas di Dinkes Cianjur,” pungkasnya.
(Deden Sudiana)

Berita Terkait

Kembali Mencuat Hotel Agria diduga Jadi Sarang Esek Esek,Mengenang Peristiwa 10 Tahun Lalu Warga Melihat Tamu Hotel Agria Melakukan Mesum
DKM Al Munawar Cipaku Ciamis Adakan Rapat Kerja Rutin
Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Pekalongan Tekankan Disiplin dan Integritas
Melewati jalan baru Ancaran ciracas , Bau tak sedap menyengat dari tempat pembuangan sampah
Satlantas Polresta Cirebon Pospam Talun Berikan Klarifikasi Atas Dugaan Suap Penilangan Oknum Anggotanya
Kabid BMD Klarifikasi Tuduhan Terima Fee Pengadaan Sewa Mobil Dinas Pejabat 9,2 Miliar, Kamsari Menurutnya Itu Fitnah
Tim Effortles Garage Raih Juara Pertama, Pada Turnamen E-Sport Kapolres Pekalongan Kota Cup Mobile Legends Tahun 2026
Respon Cepat Polresta Cirebon Tangani Kebakaran Rumah di Desa Galagamba Ciwaringin

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:50 WIB

Kembali Mencuat Hotel Agria diduga Jadi Sarang Esek Esek,Mengenang Peristiwa 10 Tahun Lalu Warga Melihat Tamu Hotel Agria Melakukan Mesum

Sabtu, 18 April 2026 - 16:33 WIB

DKM Al Munawar Cipaku Ciamis Adakan Rapat Kerja Rutin

Jumat, 17 April 2026 - 14:32 WIB

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Pekalongan Tekankan Disiplin dan Integritas

Jumat, 17 April 2026 - 08:24 WIB

Melewati jalan baru Ancaran ciracas , Bau tak sedap menyengat dari tempat pembuangan sampah

Kamis, 16 April 2026 - 13:55 WIB

Satlantas Polresta Cirebon Pospam Talun Berikan Klarifikasi Atas Dugaan Suap Penilangan Oknum Anggotanya

Berita Terbaru