Kumuhnya Kehidupan Kita.

Minggu, 6 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kumuhnya Kehidupan Kita.

Oleh : Rikardus Nong Bunga.

Kumuh, tentunya tidak enak dinikmati, karena identik dengan pinggiran keterhempasan, dan keterlemparan.

Ia merupakan gambaran proyek kehidupan yang gagal, yang patah.

Tidak ada masa depan yang ada, hanya barisan frustasi sosial dan kegagalan, tanpa akhir dari ziarah kehidupan yang pahit.

Kerjanya cuma menebar bau tak sedap.

Tempat berlangsungnya persaingan, pertumpahan darah, cakar-mencakar, bahkan merebut rongsokan.

Ia cuma remah-remah, sisa, buangan, dari mulut-mulut rakus para penguasa, sepenggal sisi kehidupan kita.

Ia adalah pemuntahan limbah modernisasi.
Kesuraman, begitu nyata mengepung kehidupan kita.
Maka kekumuhan yang semakin menyengat, merupakan pembesaran proyek pembangunan yang kalah oleh sebuah arogansi.

Ia adalah sebuah kemunduran, yang sering diakui dengan malu-malu.

Pertarungan memenangkan kehidupan begitu kompleks, pedih, membunuh disana.

Sejarah terlihat dan teralami, sebagai sesuatu yang keras dan merusak sistem kehidupan bersama.
Kita mungkin pernah membaca atau mendengar kasus pembunuhan mahasiswa Trisakti yang begitu kejam.
kehidupan dan kematian sudah begitu murah, kekumuhan menggambarkan sebuah kekuasaan, yang tidak menampilkan diri, sebagai strategi mengharumkan sejarah, peradaban dan kemanusiaan kecuali sebuah kecenderungan untuk menindas, merancang politik kongkalikong.

Ia adalah gema dari sebuah keseriusan untuk mengenyangkan diri sendiri, dan ketidak seriusan mendongkrak kualitas hidup orang lain.

Di tengah permasalahan yang dihadapi tentang persoalan kemanusiaan seperti di Papua yang terjadi sekarang bukanlah hal yang penting bagi penguasa.
Yang penting adalah bagaimana mengatur strategi politik agar kekuasaan bisa langgeng.

Kehidupan kita memang agak aneh.
Apakah anda pernah mendengar kisah tentang orang-orang kuat para penguasa politik misalnya selalu menjadi benalu pada orang-orang kecil.

Mereka selalu mencari legitimasi kekuasaan pada yang kecil dan memperhitungkan keuntungan ekonomis dengan pura-pura mau memperbaiki nasib sama saudara yang kecil.

Ternyata orang-orang kecil, seperti saya dan anda juga memiliki kegunaan.

Meskipun hanya sebuah kegunaan yang tragis.
Soalnya, kekecilan mereka menjadi produk yang menguntungkan penguasa, tengkulak ekonomi, elite sosial bersama ambisi yang melingkupinya.

GELSON_ PATROLINEWS86.COM

Berita Terkait

Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.
Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Berita Terbaru