Sikka Butuh Pemimpin Yang Bisa Mewujud Nyatakan Janji, Bukan Memberi janji.
Oleh : Elisabeth Patrisia Blaan.
Pilkada (Pemilihan kepala daerah) akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
Beberapa daerah, provinsi dan kabupaten/kota akan melangsungkan pemilihan kepala daerah untuk masa jabatan 2024-2029.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merancang berbagai point-point penting guna melancarkan proses pemilihan kepala daerah tahun 2024 diantaranya adalah penetapan masa kampanye yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan, terhitung mulai tanggal 25 September- 23 November 2024.
Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang mengambil bagian dalam perlehelatan pemilihan kepala daerah.
Secara khusus dalam tulisan kali ini, penulis akan membahas secara mendalam pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten Sikka dengan segala perangkat yang ada di dalamnya.
Kabupaten Sikka adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ibukota kabupaten Sikka adalah Maumere.
Berlangsungnya pemilihan kepala daerah di kabupaten Sikka memberikan suatu euphoria yang berbeda.
Pemilihan kepala daerah memberikan suatu pengalaman reflektif untuk kembali ke dalam.
Melihat dalam diri, melihat kabupaten secara kritis dan objektif.
Sikka hari ini harus ditangani secara cepat dan tegas, fokus dan terarah.
Calon kepala daerah harus peka melihat setiap aspek, mulai dari tata kota hingga tata desa, melihat sumber daya manusia, melihat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat, bidang pendidikan dan kesehatan, dan sebagainya dengan tidak hanya berfokus pada beberapa aspek saja.
Kabupaten Sikka memiliki banyak kekurangan yang harus dibenahi.
Masalah-masalah atau kasus yang melibatkan aparat atau wakil rakyat sulit untuk digugat, seperti pada kasus dilantiknya seorang wakil rakyat yang terlibat dalam kasus TPPO.
Maraknya korupsi, contohnya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparatur desa Tanaduen, kecamatan Kangae senilai 518 juta rupiah, atau kolusi, dan nepotisme masih sering terjadi walau hal tersebut tidak terendus media.
Maraknya kasus perdagangan manusia, kasus kekerasan dan pelecehan seksual menjadi masalah yang tidak boleh disepelehkan.
Kasus-kasus seperti ini secara tidak langsung “mencederai” pengembangan sumber daya manusia.
Banyak manusia serakah yang hadir ke permukaan dengan modus “malaikat penolong”, tetapi hanya mengeksploitasi manusia demi kepentingan perut dan bagian-bagiannya.
Inilah sebagaian kecil dari pekerjaan rumah yang sangat kaya dan berharga untuk calon pemimpin masa depan kabupaten Sikka.
Calon pemimpin kabupaten Sikka diusung oleh berbagai partai politik dan hanya satu calon yang melakukan pendaftaran melalui jalur independen.
Terdapat 4 calon yang mengisi wajah perpolitikan kabupaten Sikka.
Dengan berbagai visi dan misinya para pasangan calon berperang untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah calon pemimpin Sikka yang berdampak.
Pemimpin Sikka yang berdampak seperti apa yang masyarakat Sikka butuhkan sekarang.
Apakah masyarakat kabupaten Sikka ingin berdampak dengan pemimpin lama, atau berdampak dengan wajah baru.
Wajah lama kabupaten Sikka adalah gambaran untuk mengekspos kabupaten Sikka menuju perubahan.
Penting bagi para pasangan calon untuk objektif.
Calon pemimpin Sikka harus Mengerahkan seluruh potensi untuk mengembangkan kabupaten Sikka yang lebih sejahtera.
Kabupaten Sikka membutuhkan seorang pemimpin yang mampu keluar dari tekanan dan masalah, yang mampu memberikan solusi dan jalan keluar tanpa masalah.
Pemimpin yang terbuka akan kritik.
Pemimpin Sikka harus memiliki jiwa besar untuk kabupaten Sikka sendiri, haruslah orang yang benar-benar tahu soal Sikka, masalah, kekurangan, kelebihan, karakteristik, dan lain sebagainya.
Perang dingin dan argumentasi, menjawab setiap pertanyaan dan keluh kesah masyarakat, jangan merupakan pemanis di awal saja.
Pemimpin Sikka adalah pemimpin yang idealis sekaligus realis, pemimpin yang punya cita-cita sekaligus menjalankan cita-cita.
Pemimpin yang bukan hanya mencari cela untuk mencari nama, bukan pemimpin yang tidak punya solusi ketika janji itu stuck dan tidak berjalan.
Masyarakat kabupaten Sikka harus secara jeli memilih pemimpin agar tidak menyesal pada akhirnya.
Masyarakat Sikka kalau ingin sejahtera harus mencari opsi lain agar, mencari pemimpin yang mampu untuk menata dari desa ke kota, bukan hanya menata secara subjektif, tetapi menata secara objektif yang berkaitan dengan semua aspek, bukan hanya berfokus pada pariwisata, atau pendidikan, tetapi segala potensi yang ada di kabupaten sikka, mulai dari seni, budaya, ekonomi kreatif, sehingga semua potensi dapat dikembangkan secara baik dan bijaksana.
GELSON _ PATROLINEWS86.COM
























