Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di Jawa Barat

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi net

BANDUNG – Dari hasil analisis dan kajian, provinsi  Jawa Barat ternyata mencatatkan angka anak tidak sekolah (ATS) tertinggi di Indonesia, hal tersebut sesuai berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), terdapat angka sebanyak 106.196 anak di Jawa Barat yang saat ini tidak mengenyam pendidikan formal.

 

 

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menanggapi fenomena tersebut menyatakan akan mengambil langkah serius dalam masalah ini bahkan diakuinya dalam waktu dekat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan melakukan pendataan mendalam untuk memetakan sebaran anak tidak sekolah di setiap kabupaten dan kota.

 

 

 

Hal ini akan menjadi perhatian kita dan nanti kita buat data, di mana saja anak-anak yang tidak sekolah itu,” ujar Dedi dilansir dari Kompas.com.

 

 

 

Dedi juga menjelaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat guna dan tepat sasaran.

 

Setelah data terkumpul, pemerintah akan langsung turun ke lapangan untuk membujuk anak-anak kembali ke bangku sekolah.

 

“Nanti didatangi oleh aparat desa, dinas pendidikan kabupaten/kota, provinsi, dan tim pengawas untuk didorong kembali sekolah,ucap dia.

 

 

Salah satu kebijakan kunci yang disiapkan Pemprov Jabar adalah jaminan biaya pendidikan dimana Dedi menegaskan bahwa masyarakat tidak mampu tidak perlu mencemaskan biaya sekolah, baik di institusi negeri maupun swasta. Sekolah negeri dan swasta untuk masyarakat tidak mampu gratis. Di tingkat SD juga sudah ditanggung pemerintah daerah,” ucap Dedi.

 

 

Dirinya menekankan, khusus untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), pembiayaan sudah sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kabupaten dan kota, Oleh karena itu, ia meminta peran aktif orangtua untuk memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah.

 

 

Daftar daerah dengan angka putus sekolah tertinggi di Jawa Barat berdasarkan data statistik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun ajaran 2024/2025, terdapat beberapa daerah yang mencatatkan angka putus sekolah cukup tinggi mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

 

Berikut adalah rincian 10 daerah dengan jumlah siswa putus sekolah tertinggi di masing-masing jenjang:

 

Jenjang Sekolah Dasar (SD)

Kabupaten Bekasi: 545 siswa

Kabupaten Bogor: 533 siswa

Kabupaten Sukabumi: 485 siswa

Kabupaten Karawang: 418 siswa

Kabupaten Cianjur: 394 siswa

Kabupaten Garut: 383 siswa

Kabupaten Bandung: 345 siswa

Kabupaten Cirebon: 228 siswa

Kabupaten Subang: 221 siswa

Kota Bekasi: 209 siswa

Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Kabupaten Bogor: 254 siswa

Kabupaten Garut: 218 siswa

Kabupaten Cianjur: 144 siswa

Kabupaten Bandung: 85 siswa

Kabupaten Bekasi: 73 siswa

Kabupaten Sukabumi: 60 siswa

Kabupaten Indramayu: 57 siswa

Kabupaten Karawang: 56 siswa

Kabupaten Cirebon: 39 siswa

Kabupaten Tasikmalaya: 35 siswa

Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)

Kabupaten Garut: 74 siswa

Kabupaten Bandung Barat: 28 siswa

Kabupaten Cianjur: 27 siswa

Kabupaten Tasikmalaya: 24 siswa

Kabupaten Bogor: 24 siswa

Kabupaten Bandung: 23 siswa

Kota Bandung: 17 siswa

Kabupaten Bekasi: 14 siswa

Kabupaten Sukabumi: 9 siswa

Kabupaten Indramayu: 8 siswa

Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Kabupaten Bogor: 99 siswa

Kabupaten Cianjur: 86 siswa

Kabupaten Subang: 77 siswa

Kabupaten Sukabumi: 64 siswa

Kabupaten Garut: 52 siswa

Kabupaten Purwakarta: 48 siswa

Kabupaten Indramayu: 44 siswa

Kabupaten Karawang: 42 siswa

Kabupaten Bandung Barat: 39 siswa

Kabupaten Cirebon: 35 siswa

Dengan adanya Pemetaan data ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan untuk melakukan intervensi kebijakan yang lebih spesifik, terutama di wilayah-wilayah dengan angka putus sekolah yang menonjol.

Lip ds

 

Berita Terkait

Perkuat Karakter Siswa, Ibu Abrita Kumarri Dewi Buka LDK di Mayonif 143/TWEJ: Dari Pengenalan Alutsista hingga Outbound
Dedi Sugianto SPd MPd 10 tahun lebih jadi kepala sekolah SMPN  1 Ciasem, diduga jarang ada di tempat 
Toni Andika Ariawan SPd MM ,Kepala SMPN I Jatisari Siap bawa perubahan buat kemajuan dunia pendidikan 
Pembangunan Fisik Ruang SD dan SMP Tidak Dianggarkan Dalam APBD 2026
Bupati dan Kadisdik Cianjur Diminta Tegas, Jangan Ada Perlindungan terhadap Oknum Guru Diduga Lakukan Penggelapan
‎Aktivis Anak Bangsa Soroti Dugaan “Wasit Merangkap Pemain” dalam Pemilihan Rektor UPI
Jelang TKA, SDN 3 Way Terusan SP.3 Gelar Simulasi untuk 88 Siswa
Bupati dan Kadisdik Cianjur Diminta Tegas: Jangan Lindungi Oknum Guru yang Melakukan Penggelapan berdasarkan Pasal 468 KUHP
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:15 WIB

Perkuat Karakter Siswa, Ibu Abrita Kumarri Dewi Buka LDK di Mayonif 143/TWEJ: Dari Pengenalan Alutsista hingga Outbound

Rabu, 29 April 2026 - 13:03 WIB

Dedi Sugianto SPd MPd 10 tahun lebih jadi kepala sekolah SMPN  1 Ciasem, diduga jarang ada di tempat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:29 WIB

Toni Andika Ariawan SPd MM ,Kepala SMPN I Jatisari Siap bawa perubahan buat kemajuan dunia pendidikan 

Rabu, 29 April 2026 - 06:05 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di Jawa Barat

Selasa, 28 April 2026 - 13:08 WIB

Pembangunan Fisik Ruang SD dan SMP Tidak Dianggarkan Dalam APBD 2026

Berita Terbaru

PEMERINTAH DAN PARLEMEN

Tongkat Komando Berganti, Lapas Brebes Sambut Kalapas Baru dengan Semangat Baru

Rabu, 29 Apr 2026 - 21:04 WIB