Ketua Kelompok Tani Dilaporkan Ke Dinas Pertanian Indramayu Akibat Raibnya 20 Ekor Sapi Bantuan

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Patrolinews86.com
Dugaan penyelewengan bantuan ternak sapi kembali mencuat di Kabupaten Indramayu. Sebanyak 20 ekor sapi bantuan pemerintah yang berasal dari program aspirasi partai politik diduga raib dan diperjualbelikan oleh oknum Ketua Kelompok Tani menjadi sorotan, sehingga dilaporkan ke Dinas Pertanian Indramayu.

 

Sorotan utama mengarah kepada Wawan, Ketua Kelompok Tani (KT) Sri Unggul II, warga Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia diduga bertanggung jawab atas hilangnya bantuan ternak yang seharusnya dikelola untuk kepentingan kelompok.
Sebanyak 20 ekor sapi bantuan pemerintah dilaporkan hilang. Bahkan, menurut pengakuan Wawan, total sapi yang tidak diketahui keberadaannya mencapai 20 ekor.

 

Wawan selaku Ketua Kelompok Tani Sri Unggul II diduga sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya ternak tersebut.
Kasus ini terjadi di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Temuan ini mulai mencuat setelah tim media melakukan penelusuran dan konfirmasi pada Selasa, 31 Maret 2026. Selanjutnya, pada Rabu (1/4/2026), awak media mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu untuk klarifikasi.
Dugaan sementara mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan penggelapan bantuan, di mana ternak yang seharusnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan kelompok tani justru diduga diperjualbelikan.

 

Perwakilan dari media telah menyerahkan sejumlah bukti berupa foto, video, rekaman suara, dan dokumentasi kepada pihak Dinas Pertanian.

 

Kabid Peternakan bersama pengawas bibit ternak, Apni serta Sekretaris Dinas Muhammad Iqbal menerima laporan tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Sugeng, belum dapat ditemui karena sedang mengikuti rapat.
Pihak Dinas Pertanian menyatakan akan segera memanggil Ketua Kelompok Tani Sri Unggul II untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.
Jika penanganan di tingkat dinas dinilai tidak maksimal, pelapor menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum, khususnya ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Indramayu.

 

Kasus ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara antara 5 hingga 20 tahun . (Agus Sulist/Teja)

Berita Terkait

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Berita Terbaru