Siap siap PPPK Dipecat Masal, DPR Sentil Keras Aturan Pemerintah

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta patrolinews86.com – Kekhawatiran meluas di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK seiring potensi pemecatan massal akibat kebijakan efisiensi anggaran di daerah. Sejumlah pemerintah daerah mulai menghitung ulang kemampuan fiskal mereka, yang dikhawatirkan berdampak langsung pada keberlanjutan tenaga PPPK.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Giri Ramanda Kiemas, menyoroti kondisi ini dan meminta pemerintah pusat menunda penerapan pembatasan belanja pegawai dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Menurutnya, langkah ini penting agar daerah tidak mengambil kebijakan ekstrem seperti pemutusan kontrak dalam jumlah besar.

Tekanan terhadap anggaran daerah diperkirakan semakin berat menjelang 2027 saat batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen mulai diberlakukan penuh. Saat ini, banyak daerah bahkan telah mengalokasikan lebih dari 40 persen anggaran untuk belanja pegawai, terutama di wilayah dengan pendapatan asli daerah yang terbatas.

Untuk mengatasi potensi krisis, Giri menawarkan beberapa opsi, termasuk penundaan aturan sebagai rekomendasi utama, efisiensi gaji dan jam kerja, hingga pengalihan beban gaji ke pemerintah pusat. Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah antisipatif, kebijakan fiskal justru bisa memicu gelombang pemecatan dan masalah sosial yang lebih luas. HERDI RERE

Berita Terkait

Cerita di Balik Candi Plaosan: Cinta yang Indah dari Dua Hal yang Berbeda.
Puncak Acara Festival Candi Kembar Plaosan Klaten Bawa Pesan Kerukunan dan Perdamaian Dunia. 
Pelantikan AMKI Sumsel Penuh Antusiasme, Tokoh Media dan Pejabat Hadir
Aktivis Anti Korupsi Cirebon Desak Pemkot Bangun GOR dan Lapangan Sepak Bola di Argasunya
Diskominfo Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Rapat Kordinasi Dorong KIM Perkuat Peran Informasi Publik Berbasis Masyarakat
Berita tentang adanya dugaan MBG Tidak disalurkan diduga di korup, inilah kata SPPG dan Yayasan 
Dedi Aryanto Kembali Pimpin HNSI Indramayu 2026–2031, HNSI Jadikan Rumah Besar Nelayan
Pemkab Indramayu Gencarkan Betonisasi Jalan Karangsinom–Gabuskulon dan Kedungdawa Guna Memperlancar Hasil Petanian dan Dagang
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:36 WIB

Cerita di Balik Candi Plaosan: Cinta yang Indah dari Dua Hal yang Berbeda.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:25 WIB

Puncak Acara Festival Candi Kembar Plaosan Klaten Bawa Pesan Kerukunan dan Perdamaian Dunia. 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:04 WIB

Pelantikan AMKI Sumsel Penuh Antusiasme, Tokoh Media dan Pejabat Hadir

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Aktivis Anti Korupsi Cirebon Desak Pemkot Bangun GOR dan Lapangan Sepak Bola di Argasunya

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:44 WIB

Diskominfo Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Rapat Kordinasi Dorong KIM Perkuat Peran Informasi Publik Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Datangnya Kematian Menjadi Pengingat Bagi Manusia

Senin, 25 Mei 2026 - 07:52 WIB

WARTA DESA

Bupati Dian Resmikan Kampung KB Sangga Buana Cijoho,

Senin, 25 Mei 2026 - 07:50 WIB

LINTAS DAERAH

Jangan Sampai Dunia Membutakan Hati dan Melalaikan Ibadah

Senin, 25 Mei 2026 - 07:45 WIB

eropa365 https://dadunation.it.com/