Kuningan – Kepemimpinan Dian Tuti ternyata tidak terasa sudah menginjak Satu tahun dalam kepemimpinan sebagai pasangan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani di Kabupaten Kuningan Jawa Barat.
Banyak pro dan kontra dalam kepemimpinannya, namun disadari atau tidak kepemimpinan mereka bisa disebutkan telah membuat pertumbuhan ekonomi Kuningan semakin baik dan melesat bahkan berbagai kendala sisa kepemimpinan lama contoh tunda bayar ternyata dapat terselesaikan dalam kurun waktu yang singkat ini.
Baru satu tahun memimpin tentu waktu yang bisa dikata seumur jagung, namun pengalamannya selama ini menjadi sekda dan naik menjadi Bupati menjadikan pengalaman berharga bagi mereka dimana dalam waktu singkat ini bagi pasangan Dian-Tuti mampu membuktikan janji mereka satu demi satu guna membawa perubahan bagi kab kuningan dan berhasil membalikkan keadaan dengan capaian yang mengejutkan.
Dalam acara Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan yang digelar Senin (16/2/2026) malam, Bupati Dian menjelaskan visi “Kuningan Melesat” (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh) bukan sekadar permainan kata. Di balik layar, pemerintahannya bekerja dalam senyap melakukan penyehatan anggaran dan reformasi birokrasi.
Diakuinya, Kami memulai pemerintahan ini di tengah keterbatasan fiskal yang luar biasa dan beban tunda bayar. Tapi, kami memilih untuk tidak mengeluh. Fokus kami satu: hadirkan kebijakan yang berdampak langsung ke perut dan saku masyarakat,” ujar bupati Dian
Hasil dari strategi “ikat pinggang” dan efisiensi anggaran tersebut mulai terlihat nyata. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan yang signifikan, dari 11,88% pada 2024 menjadi 10,74% di Maret 2025. Penurunan digit kemiskinan ini menjadi bukti bahwa program perlindungan sosial yang digulirkan tepat sasaran.
Tak hanya itu, janji kampanye untuk membuka lapangan kerja pun ditunaikan dengan agresif. Dalam 100 hari kerja pertama saja, lebih dari 13.000 lowongan pekerjaan dibuka, menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara drastis.Kunci dari “ledakan” ekonomi ini, menurut Dian, adalah karpet merah yang digelar untuk investasi dan penguatan UMKM.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha. Ketika investasi masuk dan UMKM berdaya, di situlah lapangan kerja tercipta dan daya beli masyarakat meningkat,” tambahnya.
Kinerja moncer ini pun tak luput dari pengakuan pihak luar. Sepanjang 2024-2025, Pemkab Kuningan memborong berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Outstanding Educational Achievement dari CNN Indonesia Awards hingga Juara Umum PESTA TANI Jawa Barat.
Untuk tahun selanjutnya kami sebagai bupati dan wakil bupati pasangan Dian Tuti, optimis kedepannya semua program tercapai sesuai harapan, dimana Kuningan tak hanya bisa bangkit, tapi benar-benar melesat dimasa yang akan datang.


























