Foto: Sosialisasi Pendidikan Karakter Pancawaluya di SMKN 12 Bandung, Rabu (3/12/2025)
BANDUNG – patrolinres86.com -Pendidikan bukan sekadar kurikulum atau deretan angka di rapor. Pendidikan adalah proses membangun manusia seutuhnya—sehat raganya, kuat pikirannya, dan baik hatinya. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, dalam Sosialisasi Pendidikan Karakter Pancawaluya di SMKN 12 Bandung, Rabu (3/12/2025).
Kadisdik menyatakan bahwa semangat tersebut tengah digerakkan secara masif di seluruh Jawa Barat. “Mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, anak didik kita harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, penuh kasih, dan berkarakter,” tuturnya di hadapan peserta yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, serta guru SD, SMP, madrasah, SMA, SMK, dan SLB se-Kota Bandung.
Ia menekankan bahwa pembangunan karakter harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya, membiasakan siswa membawa bekal makanan sehat dari rumah, berjalan kaki menuju sekolah agar tetap bugar, serta mengedepankan keteladanan dari guru dan orang tua, bukan sekadar memberi instruksi.
“Semuanya adalah bagian dari Pancawaluya, konsep pendidikan berkarakter yang menumbuhkan generasi cageur, bageur, bener, pinter tur singer. Inilah arah pembangunan pendidikan di Jawa Barat, bukan sekadar instruksi, tetapi gerakan bersama untuk menanamkan nilai kehidupan sejak dini,” jelas Purwanto.
Kadisdik menambahkan bahwa ketika guru, kepala sekolah, dan pemerintah bergerak dalam satu visi, sekolah akan menjadi lebih dari sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuhnya masa depan generasi bangsa.
Usai kegiatan, Purwanto didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, serta Kepala SMKN 12 Bandung, Riki Syamsul Fahrudin, meninjau pembangunan ruang kelas baru (RKB) serta bengkel praktik konstruksi rangka pesawat udara di sekolah tersebut.
( H. Sutejo)























