Bandung patrolinews86.com – Sebanyak 16.142 satuan pendidikan di berbagai wilayah di Indonesia telah melakukan program revitalisasi pendidikan atau perbaikan sarana dan prasarana sekolah sampai Oktober 2025. Jumlah satuan pendidikan yang melakukan program revitalisasi tersebut melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), yakni 10.231.
“Setelah kita lakukan evaluasi, ternyata jumlah sasaran masih dapat dioptimalkan. Dari 14.196 sekolah, 13.777 sekolah telah menerima Surat Keputusan (SK) Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan, di antaranya yaitu 1.509 PAUD, 6.077 SD, 3.974 SMP, dan 2.217 SMA. Sementara itu, 419 sekolah sisanya masih dalam proses finalisasi SK,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, di Jakarta, belum lama ini
Revitalisasi sekolah dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan 2025 yang juga sejalan dengan Asta Cita ke-4. Kemendikdasmen membagikan persebaran 10.440 satuan pendidikan yang akan direvitalisasi.
Dikutip dari postingan media sosial Instagram Kemendikdasmen, ketahui rincian persebaran revitalisasi sekolah.
Rincian Sasaran Revitalisasi Sekolah 2025. Seperti yang disebutkan sebelumnya, total rencana sasaran revitalisasi sekolah adalah 10.440 satuan pendidikan. Jika dirincikan per jenjang, datanya yaitu:
PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini): 1.270 sekolah
SD (Sekolah Dasar): 4.053 sekolah
SMP (Sekolah Menengah Pertama): 2.753 sekolah
SMA (Sekolah Menengah Atas): 1.382 sekolah
SMK (Sekolah Menengah Kejuruan): 767 sekolah
SLB (Sekolah Luar Biasa): 156 sekolah
SKB (Sanggar Kegiatan Belajar): 59 sekolah
Ada tiga fokus revitalisasi dalam program ini, yaitu:
1. Rehabilitasi semua ruang rusak sedang dan berat.
2. Pembangunan toilet untuk sekolah yang tidak memiliki toilet.
3. Pembangunan untuk ruang kelas baru (RKB), laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan ruang administrasi sekolah.
Persebaran Jumlah Sekolah yang Direvitalisasi di Wilayah RI
Aceh: 510 sekolah
Banten: 175 sekolah
Bengkulu: 148 sekolah
Jakarta: 31 sekolah
DI Yogyakarta: 94 sekolah
Jawa Barat: 1.114 sekolah
Jawa Tengah: 1.043 sekolah
Jawa Timur: 980 sekolah
Jambi: 283 sekolah
Kepulauan Bangka Belitung: 79 sekolah
Kepulauan Riau: 100 sekolah
Lampung: 503 sekolah
Riau: 322 sekolah
Sumatera Barat: 278 sekolah
Sumatera Selatan: 499 sekolah
Sumatera Utara: 641 sekolah
Bali: 125 sekolah
Gorontalo: 93 sekolah
Kalimantan Barat: 251 sekolah
Kalimantan Tengah: 190 sekolah
Kalimantan Timur: 171 sekolah
Kalimantan Utara: 54 sekolah
Nusa Tenggara Barat: 342 sekolah
Nusa Tenggara Timur: 468 sekolah
Sulawesi Barat: 121 sekolah
Sulawesi Selatan: 705 sekolah
Sulawesi Tengah: 244 sekolah
Sulawesi Tenggara: 312 sekolah
Sulawesi Utara: 171 sekolah
Maluku: 233 sekolah
Maluku Utara: 162 sekolah
Papua: 96 sekolah
Papua Barat: 89 sekolah
Papua Barat Daya: 70 sekolah
Papua Pegunungan: 57 sekolah
Papua Selatan: 44 sekolah
Papua Tengah: 41 sekolah.
Sementara itu di menurut Asep Wawan Korwil Patok Besi Kabupaten Subang kepada media ini mengatakan, Revitalisasi sekolah yang di lakukan secara swakelola merupakan langkah nyata Pemerintah Pusat untuk mengurangi pengangguran di daerah dimana semua tenaga kerja yang bekerja di Revitalisasi sekolah ini adalah orang tua siswa yang tidak mempunyai lapangan kerja. Sehingga membantu meningkatkan ekonomi mereka.
Tidak hanya itu manfaat revitalisasi secara swakelola ini selain untuk penyerapan tenaga kerja, juga kwalitas hasil bangunan juga akan terlihat kokoh karena pekerja yang merupakan orang tua siswa akan berupaya untuk mempertahankan kwalitas pekerjaan agar sekolah anaknya terlihat rapi, kokoh dan tahan lama, sambungnya.
” Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat terutama Bapak Presiden dan Wakil presiden serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah mempercayai Revitalisasi sekolah melalui komite sekolah”, pukasnya.
(Tim Patrolinew86)
























