Seandainya Pimpinan Korup, Tentunya Bawahannya Juga Pasti Ikut Rampok. Sangat Memalukan.

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seandainya Pimpinan Korup, Tentunya Bawahannya Juga Pasti Ikut Rampok.
Sangat Memalukan.

Oleh : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H

Tindak korupsi yang terjadi di negeri ini sungguh menyesakkan hati.
Bagaimana tidak, tindak korupsi terus terjadi dan secara kolektif, mengiringi hutang Indonesia yang kian hari kian menggunung.

Teringat kejadian kasus kemarin, putra seorang pegawai pajak yang pamer mobil mewah, menjadi titik terang terkuaknya berbagai transaksi ilegal sang bapak, hingga di tempat kerjanya di kementerian keuangan.

Di kementerian keuangan RI yang dipimpin oleh Sri Mulyani baru-baru ini terungkap ada transaksi gelap senilai Rp. 300.000.000.000.000,- (Tiga Ratus Triliun Rupiah).
Menkopolhukam Mahfud MD menyebut itu sebagai tindak pencucian uang.

Berbagai aksi pamer kekayaan para pejabat negeri ini, yang langsung diingatkan oleh Sri Mulyani agar jangan suka pamer kekayaan oleh pegawai di divisinya.
Demikian juga sang Presiden Joko Widodo mengingatkan hal yang sama bagi pejabat publik lainnya.

Peringatan ini pun dinilai salah kamar, seharusnya bukan sikap suka pamer yang dilarang, tetapi tindak korupsinya.

Di sisi lain, mengutip buku APBN Indonesia edisi Januari 2023, hutang Indonesia mencapai Rp.7.554.250.000.000.000,000- (Tujuh Ribu Lima Ratus Empat Triliun Dua Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah), telah mencapai nilai yang luar biasa fantastis.

Secara rasio utang Indonesia mencapai 48,65 persen terhadap PDB.
Batas kritis yang ditetapkan oleh Menkeu adalah 60 persen, artinya tinggal 11,35 persen lagi mencapai 60 persen.
Sekali lagi Presiden Jokowi berhutang, bisa diperkirakan sampai 60 persen, maka negeri ini sudah mengalami krisis.

Krisis itu akan menjadikan pendapatan negeri ini akan habis hanya untuk membayar hutang luar negeri.
Rakyat lebih banyak dipajaki untuk bayar utang tersebut.
Dan lebih parahnya lagi intervensi asing akan semakin kuat.
Keadulatan negeri ini sebagai negara merdeka akan terkikis habis.

Jarak antara si kaya dan si miskin semakin lebar dengan dilaporkannya jumlah pejabat kaya negeri yang kian hari terus bertambah.
KPK Ungkap 70,3 Persen Pejabat Bertambah Kaya Selama Pandemi kemarin.
Patut dicurigai, bahwa itu adalah hasil dari tindak korupsi.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengungkap kesenjangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia, bahwa satu persen warga Indonesia menguasai 50 persen aset nasional.
Jika dilakukan hitungan kasar, 90 persen warga Indonesia memperebutkan 30 persen aset nasional.

Sepatutnya kita semua, terutama bagi para pemimpin, belajar dari para pejuang negeri ini, yang telah menjadi pahlawan bangsa.
Mengenang kembali jasa para pahlawan, tentu kita akan merasa kerdil jika membandingkan dengan apa yang telah mereka perjuangkan dahulu dengan kerja keras dan hati yang tulus.

Indonesia masuk ke dalam negara yang paling rawan korupsi.
pemberantasan korupsi mesti dimulai dari diri sendiri.
Menurutnya, anak buah bakal takut melakukan perbuatan tercela jika pimpinannya bersih.

Dari mana kita mulai pemberantasan korupsi?
Pemberantasan korupsi kita mulai dari kita sendiri dari diri sendiri tentunya.

Seorang pimpinan di daerah atau di mana pun, baik seorang pimpinan unit kerja, kalau pimpinannya bersih, yakinlah anak buah kalian akan pasti ikut bersih bahkan takut melakukan perbuatan tercela yaitu korupsi.

Sebaliknya, bila atasannya korupsi, sudah pasti anak buahnya menjadi rampok.
Oleh karena itu, saya mengajak kita semuanya untuk memberantas korupsi dari diri sendiri.

Tetapi jika pimpinan unit kerjanya korup, di bawah juga ialah rampok, ingat itu.
Untuk itu mari kita berantas korupsi dari diri sendiri, hemat saya.

Indonesia masuk ke dalam negara yang paling rawan korupsi.
Sayangnya, saya yakin masih banyak yang ingin Indonesia bersih dari korupsi.

Bahkan kita masuk ke wilayah negara yang paling korup.
Saya yakin semua juga tidak ingin negara kita disebut adalah negara yang paling korup.
Saya yakin kita masih punya harga diri.

Akhir kata, seorang pemimpin bukan meminta keadilan, tetapi memastikan keadilan.
Dan ingat, Siapa yang tidak berbuat adil, lebih menderita daripada orang yang mengalami ketidakadilan itu.

GELSON _ PATROLINEWS86.COM

Berita Terkait

Wurja Pesan Calon Jamaah Haji Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah
Cita Rasa Lokal Brebes Naik Kelas Lewat LCM B2SA
FPI Sambangi BKAD, Minta Sewa Mobil Dinas Pejabat Sebanyak 130 Unit Ditinjau Ulang*
Bupati Dian Tekankan Sinergi Desa–Daerah Jadi Kunci Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran
Sat Binmas Polres Brebes Laksanakan Pembinaan Satkamling, Perkuat Peran Masyarakat Jaga Kamtibmas
Wakili Bupati, Ineke Sampaikan PMI Mitra Strategis Penanganan Masalah Sosial dan Kebencanaan
Pemkab Majalengka tiap tahun terus Lakukan Revitalisasi Bangunan dan Sarana Sekolah.
APBD Kabupaten Cirebon 2026 Disahkan Diam-Diam? Aroma Kepentingan Mulai Terkuak
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:58 WIB

Cita Rasa Lokal Brebes Naik Kelas Lewat LCM B2SA

Kamis, 16 April 2026 - 21:55 WIB

FPI Sambangi BKAD, Minta Sewa Mobil Dinas Pejabat Sebanyak 130 Unit Ditinjau Ulang*

Kamis, 16 April 2026 - 20:37 WIB

Bupati Dian Tekankan Sinergi Desa–Daerah Jadi Kunci Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

Kamis, 16 April 2026 - 14:03 WIB

Sat Binmas Polres Brebes Laksanakan Pembinaan Satkamling, Perkuat Peran Masyarakat Jaga Kamtibmas

Kamis, 16 April 2026 - 13:59 WIB

Wakili Bupati, Ineke Sampaikan PMI Mitra Strategis Penanganan Masalah Sosial dan Kebencanaan

Berita Terbaru

slot