APBD Kabupaten Cirebon 2026 Disahkan Diam-Diam? Aroma Kepentingan Mulai Terkuak

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN CIREBON, PATROLI NEWS86. COM — Sorotan publik terhadap proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon Tahun 2026 kian menguat. Dugaan bahwa pengesahan dilakukan tanpa keterbukaan memicu berbagai reaksi dari elemen masyarakat, termasuk kalangan organisasi wartawan.

Ketua Persatuan Wartawan Fast Respon (PW-FRN) Counter Polri, Ridho R, mengungkapkan keprihatinannya terhadap proses yang dinilai kurang transparan tersebut. Hal itu disampaikannya kepada awak media saat ditemui di salah satu rumah makan di Cirebon, Rabu (15/4/2026).

Menurut Ridho, APBD merupakan instrumen penting dalam pembangunan daerah yang harus disusun dan disahkan secara terbuka serta melibatkan pengawasan publik. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui secara rinci alokasi anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“Permasalahan APBD Kabupaten Cirebon Tahun 2026 harus kita kawal bersama. Kami mendorong agar DPRD lebih transparan dalam menyampaikan rincian anggaran kepada publik, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan maupun spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ridho menilai bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dan pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait anggaran.

PW-FRN Counter Polri, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal isu ini serta membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi atau pengaduan terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Cirebon terkait isu pengesahan APBD tersebut. Publik pun menantikan klarifikasi serta penjelasan terbuka guna memastikan bahwa proses berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

( Hn/ red)

Berita Terkait

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas
Rawan Korupsi Bupati Kuningan diharap Stop Dapur MBG, Masyarakat Demonstrasi Akbar Di Pendopo hari ini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030

Berita Terbaru

HUKUM

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB