Kenakalan Remaja.
Oleh : Maria Kristila.
Kenakalan remaja merupakan penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial dan adat istiadat dalam bermasyarakat.
Kemudian masa remaja juga sering dianggap sebagai masa pencarian identitas, mulai dari berusaha menjelaskan siapa dirinya, apa dan bagaimana peranannya di masyarakat.
Kenakalan remaja yang terjadi di masyarakat biasanya didominasi oleh kalangan sekolah menengah atau bahkan sederajat.
Hal ini terbukti dari fakta yang beredar di masyarakat luas bahwa banyak kasus kenakalan remaja yang pelakunya tidak lain adalah pelajar SMP atau SMA.
Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran di dalam diri mereka.
Pada usia ini, seseorang masih dikatakan labil, emosi yang belum terkontrol dan mudah terpengaruh oleh pergaulan dan lingkungan di sekitar mereka.
Dengan rasa keingintahuan yang sangat tinggi menjadi salah satu alasan seseorang mencoba hal-hal baru yang masih asing dan belum pernah dicoba sebelumnya.
Pada usia ini, mereka masih sangat sulit untuk berpikir jernih dan panjang tentang apa saja dampak negatif dan masalah yang akan terjadi setelahnya.
Bentuk dari kenakalan remaja yang sering terjadi adalah : tawuran antar pelajar, penggunaan obat-obat terlarang atau narkoba, pesta minuman keras, pencurian, perampokan bahkan pesta seks bebas.
Hal ini disebabkan karena berbagai faktor yang memengaruhi aksi tersebut dapat terjadi yaitu salah satunya adalah faktor keluarga yang tidak harmonis sehingga mereka terjerumus ke dalam hal-hal negatif.
Namun, banyak yang berpendapat bahwa keluarga bukan menjadi faktor utama seseorang melakukan tindak kenakalan remaja melainkan adalah faktor pergaulan atau teman sepermainan.
Teman sepermainan memiliki pengaruh yang paling kuat terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Seringkali pergaulan mengubah jati diri seorang remaja yang awalnya pendiam menjadi pembangkang.
Yang awalnya betah di rumah menjadi sering keluar rumah hanya untuk berkumpul dengan teman-temannya.
Solusi dari permasalahan tersebut yang utama adalah dengan menjalin hubungan yang baik di dalam keluarga dan memberikan perhatian khusus pada anak.
Remaja akan terhindar dari kenakalan apabila dididik dengan baik.
Orang tua sangat berperan penting dalam masa pertumbuhan anak nya sehingga orang tua diminta untuk memberikan pemahaman sejak dini apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan ketika seorang anak tumbuh menjadi remaja.
Pemahaman ini harus diberikan pada anak agar di masa pertumbuhannya ia tidak melakukan hal-hal menyimpang yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Memberikan aturan dan batasan pada anak jika diperlukan berikan sanksi atau efek jera agar anak tidak melanggar aturan dan batasan yang telah disepakati.
Keluarga juga memiliki kewenangan untuk mengatur dengan siapa saja anaknya bergaul.
Berikanlah pemahaman yang baik agar anak tidak merasa dikekang.
Dengan memberikan pemahaman dan alasan yang jelas, anak akan lebih mudah menerima saran dari orangtuanya.
Kemudian perlu ada kerja sama dari pihak keluarga dan pihak sekolah.
Guru juga mengambil peran penting terhadap kasus kenakalan remaja.
Bimbingan dari guru sangat diperlukan bagi siswa agar terhindar dari hal-hal negatif.
Pihak sekolah diharapkan mampu untuk mengawasi dan mengambil tindakan apabila salah satu dari siswanya terbukti melakukan tindak kenakalan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
Pihak sekolah harus segera memproses siswa-siswi yang kedapatan melakukan kenakalan agar tidak merembet dan meluas.
Dengan melakukan pendekatan terhadap siswa siswi, memberikan teguran dan jika dirasa masih belum cukup, pihak sekolah harus segera menghubungi ahli untuk memberikan penanganan khusus.
GELSON _ PATROLINEWS86.COM


























