*Tradisi Sadranan dibulan Sa’Ban atau Ruwah, Dk Sijaya Pucang Tulung Klaten*
Klaten – Patrolinews86.com.
Tradisi Sadranan /Bersih makam sudah menjadi tradisi turun menurun atau bahkan bisa di bilang menjadi Budaya Masyarakat Dk Srijaya, Pucang, Tulung, Klaten yang dilaksanakan pada setiap tanggal 20 Sa’ban (Bulan jawa Ruwah red). Sebelum memasukki bulan Suci Ramadhan.
Pada tahun ini jatuh dan bertepatan pada hari sabtu(12/03/2023).
Sehari menjelang Hari H, pada sore hari masyarakay datang ke makam untuk membersihkan Makam Makam Alhi waris(Ahli kubur) di makam setempat.
Malam harinya sehabis sholat isak diadakan Kenduri di teras Masjid Alfallah, masyarakat dengan membawa nasi tumpeng dan ayam ingkung (ayam utuh yg sdh dimasak red), lebih dari 150 ayam ingkung dengan lauk pauk lengkap.
Setelah dibacakan Doa, dimakan bersama sama, baik bapak bapak,Ibu Ibu ,Tua muda juga tidak ketinggalan anak anakpun diajak, kebersamaan tampak begitu mengeluarga.
Dan pagi harinya jam 07 30 wib dilanjut Doa Tahlil bersama sama, kurang lebih 500 orang yang hadir, pada Acara Sadranan & Tahlil Kubro dimakam desa setempat tersebut.
Ketua Panitya acara atau yang dituakan Rohmat Budi Ansori(ketua RW dk Srijaya) menyampaikan dalam sambutan bahwa acara Sadranan dan Tahlil Kubro ini, adalah Tradisi Budaya turun menurun dari nenek,kakek Moyang kita dan harus di Uri – uri dijaga dan dilestarikan.
Ini adalah untuk kita mendoakan/kirim doa kepada para Arwah
leluhur kita yang sudah meninggal.
Juga untuk menjaga silaturrohmi, karena pada acara seperti ini, banyak saudara kita yang tinggal diluar daerah pulang kampung untuk ikut acara Sadranan. Ujar Rohmat dalam sambutannya.
Adapun acara Tahlil Kubro dipimpin Kyai Ali Sodikin.
Dan acarapun diisi Tausyiah oleh Kyai Widoyo Syaifudin menyampaikan beberapa hal untuk selalu ingat dengan kematian dan kita yang masih hidup tidak lupa mendoakan kepada keluarga yang sudah meninggal.
Diumpakan kalau didunia ini orang yang masih hidup tidak mau mendoakan yang sudah meninggal, Arwah arwah lelehur di sana akan kacau karena tidak ada yang diharapkan doa doa dari dunia.
Disampaikan orang yg mati,meninggalkan 3 perkara: Amal Jariyah, Ilmu yang Manfaat dan Doa anak yanh sholeh. Tutupnya.
acarapun tidak berhenti disini, ternyata acara Sadranan dan Tahlil kubro, masih juga di iringi Hadroh anak anak pengajian Putra – Putri dari Madjid Alfallah Srijaya. ( Samira )


























