Karawang patrolinews86.com .- Dua Sekolah SMKN I Tirtamulya dan SMKN Pakisjaya ini dikabarkan lagi gencar gencarnya melakukan pembangunan Ruang perpustakaan yang berasal dari dana DAK APBN tahun 2022. Tetapi sayangnya pembangunan dua sekolah itu diduga tidak terbuka dan transparan terhadap publik bahkan kabarnya diduga banyak masalah dan diborongkan .Contoh diperoleh keterangan dlapangan , Anggaran Kegiatan pekerjaan pembangunan Ruang Perpustakaan Dan Perabot di SMKN Pakisjaya Kabupaten Karawang Jawa barat terkesan seperti di tutup tutupi, di papan projek tidak dijelaskan terkait asal anggaran dari mana.

Saat awak media ini mendatangi lokasi pekerjaan, ada baligho yang merupakan seperti papan projek namun tidak sebagaimana lazimnya keterangan di papan proyek dalam bentuk baligho pada umumnya.Kegiatan Pekerjaan Pembangunan Ruang Perpustakaan Dan Perabot.Lokasi SMKN 1 Pakisjaya Desa Telukbuyung Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Biaya 337.360.000. Waktu Pelaksanaan 120 Hari Kalender Pelaksanaan Swakelola, Anggaran projek pembangunan pekerjaan terkait asal anggaran senilai 337.360.000 diduga tidak transparan bahkan kabarnya asas terbuka dan transparansi disana jangankan kepihak luar pihak dalam sekolah aja kabarnya saling tuding tidak tanggung jawab akibat tidak dibentuknya kepanitiaan melalui rapat musyawarah dan mupakat dengan jajaran para guru di sekolah.

Namun lebih parah yang terjadi di SMK Negeri I Tirtamulya Kec.Tirtajaya Kab.Karawang disana kabarnya bukan dilaksanakan oleh pihak masyarakat setempat tetapi oleh masyarakat luar daerah dan kegiatan diborongkan ke pihak lain yang mengaku bernama pak Sumarna, bahkan selain plang proyek pun disana tidak pernah terpasang sumarna pun mengakui pembangunan nyapun tidak pernah ada gambar ataupun RAB.(rencana anggaran biaya). Karena sampai saat ini saya tidak pernah lihat.”ungkapnya.
Menanggapi hal itu aktipis penggiat anti korupsi Agus Satria dan Adhie Wahyudi SE, Dijaman sekarang ini kalau benar disekolah masih ada yang tidak transparan dalam menerima bantuan pemerintah ataupun bantuan swakelola itu patut diduga terjadi ada masalah dan perlu ditelusuri agar semuanya terang benderang dan kalau terbukti ada dugaan penyimpangan dan dapat merugikan keuangan negara kita kawal sampai ke ranah hukum biar dia yang bermain bertanggung jawab dalam permasalahannya.

Sipat tertutup atau ditutup tutupi oleh pihak menandakan banyak masalah yang sangat krusial sehingga enggan diketahui publik, yang lebih aneh lagi anggaran dana BOS yang sangat besar tersebut ternyata dikelola oleh pihak sekolah contoh di SMK Negeri I Tirtamulya tidak mampu menyentuh pemeliharaan ruang bangunan sekolah , paktanya ruang kelas pun banyak yang rusak nyaris tidak tersentuh perbaikan padahal anggaran dana bos yang dikelola di setiap tahunnya itu sagatlah besar.

Menanggapi masalah itu kepala sekolah Pakisjaya Solihin Al Amin sewaktu mau dipinta tanggapannya tentang pembangunan sekolah untuk ruang perpustakaan dirinya sangat sulit ditemui begitu juga kepala sekolah smkn Tirtamulya yang bernama Sartoyo SPd.MM sulit di temui bahkan sekali ketemu dirinya malah kaya sengaja memperlambat hingga menunggu ber jam jam dan itupun ahirnya dia mengatakan maaf mas saya masih ada tamu.” Ungkapnya. //dhian st//tat/cahyo Raharjo
























